Hot News


Inspirasi


    Editorial


      Komisi IV Minta Kahatex Utamakan Kepentingan Umum

      Komisi IV Minta Kahatex Utamakan Kepentingan Umum

      JuaraNews, Bandung - Anggota Komisi IV DPRD Jabar Gatot Tjahyono mengatakan, komisinya meminta agar PT Kahatex memahami persoalan yang berdampak luas terhadap masyarakat. Pernyataan ini disampaikan terkait berlarut-larutnya penanganan banjir di kawasan Jalan Raya Rancaekek, Kabupaten Bandung.

      Gatot menilai PT Kahatex dinilai belum peduli terhadap kepentingan umum, sehingga terjadi banjir di Jalan Raya Rancaekek. “Banjir itu kan penyebab utamanya saluran air yang tersumbat bangunan Kahatex, seharusnya Kahatex peduli, jangan mau asik sendiri,” kata Gatot di Bandung, Minggu (19/3/2017).

      Terlebih, lanjut Gatot, saluran air yang tertutup bangunan Kahatex tersebut merupakan aset milik negara. Sehingga, mau tak mau, Kahatex harus membongkarnya hingga tuntas.

      “Memang saya dengar mereka (PT Kahatex) sudah mulai membongkar, tapi seharusnya tuntas hingga air benar-benar mengalir lancar, tidak tersumbat, dan tumpah ke badan jalan,” paparnya.

      Pihaknya juga mendorong Pemprov Jabar terus mengawal sikap Kahatex dalam membuktikan janjinya membongkar seluruh bangunan yang menutupi saluran air tersebut. “Bahkan, bila perlu, Pemprov Jabar ajukan gugatan hukum lagi biar benar-benar didengar. Hal itu sekaligus menjadi bukti ketegasan pemprov dalam menangani persoalan tersebut,” tegasnya.

      Gatot juga menyebutkan, kemacetan di kawasan tersebut sebenarnya bukan hanya disebabkan banjir. Banyak persoalan lain yang menjadi pemicu kemacetan, mulai keberadaan pedagang kaki lima (PKL) hingga lalu-lalang karyawan pabrik yang berdiri di sepanjang jalan tersebut. Karena itu, diperlukan sinergitas di antara pihak terkait, yakni pemerintah pusat, provinsi, dan Pemerintah Kabupaten Sumedang dan Bandung.

      “Di sini perlunya kerja sama. Misalnya, Pemkab Sumedang dan Bandung menangani persoalan PKL-nya, provinsi mengawasi pembongkaran saluran airnya, dan pusat mengatasi kemacetannya,” papar Gatot. (*/adv)

      ude

      0 Komentar
      Tinggalkan Komentar
      Cancel reply
      0 Komentar
      Tidak ada komentar
      Berita Lainnya
      Banyak Tak Bayar Pajak, Penerimaan PKB di Jabar Turun 50 Persen
      Komisi III DPRD Jabar Soroti Minimnya Penerimaan Pajak Air Permukaan
      Komisi V DPRD Jabar Sampaikan Aspirasi Guru Honorer ke KemenPAN-RB
      Penolakan Omnibus Law RUU Cipta Kerja, Gus Ahad: Pemerintah Harus Bernegosiasi Dengan Buruh
      DPRD Setujui Raperda Perubahan APBD Jabar TA 2020 jadi Perda
      Berita Terdahulu

      Jabar Juara


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)