Polisi Bekuk Komplotan Penipuan SMS Berhadiah BRI
net Barang bukti pulahn polsel dan modem disita polisi

Polisi Bekuk Komplotan Penipuan SMS Berhadiah BRI

JuaraNews, Bandung - Unit Cyber Crime Krimsus Polda Jabar menciduk 10 anggota komplotan penipuan dengan modus undian berhadiah BRI yang telah beroperasi sejak 2 tahun lalu.

Komplotan tersebut ditangkap di sebuah rumah di Perumahan Colmas Permai, Ciomas Kabupaten Bogor, Rabu (8/3/2017) lalu. Ke-10 pelaku tersebut, yaakni DI (18), ED (19), Heng (19), LF (22), Ron (18), Nel (18), AS(30), Her (15), Zae (21), dan Fer (32),

Dalam menjalankan aksinya, komplotan asal Palembang tersebut sering berpindah-pindah tempat dan memanfaatkan teknologi informasi berupa website, pesan singkat (SMS), dan broadcast massal

"Modusnya mereka memalsukan situs resmi PT Bank BRI Tbk. Salah satunya adalah situs http://undian-bankbri-id,blogspot.co.id," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus keada para wartawan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta Kota Baudng, Senin (15/3/2017).

Mereka membuat website dan mengrim pesan singkat atau SMS dan broadcast dengan mengatasnamakan Undian Berhadiah Bank BRI di wilayah Jaabar. Setelah korban terpedaya dan menelepon pelaku, komplotan ini pun beraksi dengan memandu korban agar mengirimkan sejumlah uang dengan dalih untuk pajak dan administrasi agar hadiah bisa diambil.

"Kami mendapatkan laporan dari Bank BRI yang merasa dirugikan oleh aksi komplotan ini," tandas Yusri.

Berdasarkan laporan tersebut, Unit Cyber Crime melakukan penyelidikan dan diketahui keberadaan komplotan ini di wilayah Bogor. Saat digerebeg, para pelaku tengah berada di dalam rumah yang disewanya tersebut. Tanpa kesulitan, polisi langsung meringkus mereka dengan sejumlah barang bukti alat dan hasil kejahatan.

Barang bukti tersebut antara lain 18 buah HO, beberapa buku tabungan dan kartu ATM berbagai bank, tujuh unit laptop, puluhan dongle SiM card, ratusan kartu telepon seluler.

"Mereka dijerat dengan Pasal 35 dan 36 jo Pasal 51 ayat 1 UU No 8 Tahun 2010 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana 12 tahun penjara," pungkas Yusri. (*)

den

0 Komentar

Tinggalkan Komentar


Cancel reply

0 Komentar


Tidak ada komentar

Berita Lainnya


Gubernur Jabar Fasilitasi 73 Tenaga Medis Perawat Pasien Covid19 di Hotel Prama Grand Preanger
Pemkot Bandung Siapkan Rp298,2 Miliar Tanganani Covid19
Pemkot Bandung Jadikan TPU Cikadut Lokasi Pemakaman Jenazah Covid19
Surat Edaran Direvisi,Toko Modern di Kota Bandung Tutup Pukul 20.00
Jabar Bergerak Salurkan Seribu Sembako untuk Warga Terdampak COVID-19

Editorial


    Info Kota