web stats service from statcounter

Hot News


  • Mahasiswa Bandung Demo Menolak Revisi UU KPK
    Mahasiswa Bandung Demo Menolak Revisi UU KPK
    • 17 September 2019 | 17:33:00 WIB

    PULUHAN mahasiswa yang tergabung dalam Poros Revolusi Mahasiswa Bandung melakukan unjukrasa menolak Revisi UU KPK di depan Gedung DPRD Jawa Barat.

Inspirasi


    Selamat Ulang Tahun ke-84 Persib Bandung
    net Tim Persib saat meraih trofi Piala Presiden 2015

    Selamat Ulang Tahun ke-84 Persib Bandung

    SELASA (14/3/2017), Persib Bandung genap berusia 84 tahun. Keberadaannya di kancah sepak bola nasional mengalami pasang surut, namun tetap Persib dicintai warga Bandung, bahkan kini sudah menjadi milik masyarakat Jabar.

    Kecintaan bobotoh terhadap klub di bawah naungan PT Persib Bandung Bermartabat (PBB)ini semakin dalam, ketika Persib meraih trofi kompetisi kasta tertinggi Tanah Air, untuk kali kedua, Indonesia Super League (ISL) 2014 dan sebelumnya Liga Indonesia I pada 1994/1995.

    Kecintaan warga Jabar kepada tim dengan julukan Maung Bandung ini tidak lepas dari sejarah kelahiran dan kiprahnya baik di kancah sepak bola maupun perjuangan rakyat Jabar saat masa penjajahan hingga revolusi kemerdekaan.

    Sebelum Persatuan Sepabola Indonesia Bandung (Persib) resmi dideklarasikan pada 14 Maret 1933, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetball Bond (BIVB) sekitar 1923. Seperti dikutip dari buku Lintas Sejarah Persib karya Risnandar Soendoro, BIVB bukan hanya organisasi sepak bola, tapi merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu.

    Dalam kiprahnya, BIVB bersama tim-tim lainnya di Indonesia membidani lahirnya PSSI pada 19 April 1930. Saat kompetisi perserikatan sebelum kemerdekaan digelar setahun kemudian, BIVB pun turut berpartisipasi, bahkan pada 1933 berhasil masuk final kendati dikalahkan VIJ Jakarta (saat ini Persija).

    Di awal 1933, BIVB menghilang dan digantikan dengan munculnya klub lain juga juga membawa jiwa nasionalisme, yakni Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Kedua perkumpulan itu akhirnya sepakat melakukan fusi dan lahirlah Persib pada 14 Maret 1933.

    Saat kompetisi perserikatan 1934 kembali digelar, Persib pun tampil menggantikan BIVB. Sayang saat itu, Persib kembali harus takluk dari Persija. Dua tahun kemudian, Persib kembali masuk final dan kalah dari Persis Solo. Baru pada 1937, Persib untuk pertama kali menjadi juara setelah di final mengalahkan Persis.

    Di tahun-tahun awal kelahirannya, Persib masih belum bisa meraih hati warga Bandung, karena saat itu telah berdiri klub sepak bola milik orang Belanda, Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO). Namun akhirnya, Persib pun mendapat pengakuan sebagai satu-satunya tim milik warga Bandung.

    Perjuangan Persib kembali diuji saat Indonesia diduduki Jepang. Persib dibubarkan oleh pejajah Jepang dengan mendirikan perkumpulan baru bernama Rengo Tai Iku Kai. Persib memang vakum saat itu, tapi semangatnya tidak mati. Walau menyandang nama baru berbahasa Jepang, Persib tetap konsisten dengan tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan.

    Setelah Indonesia merdeka, Persib kembali eksis. Namun situasi perang kemerdekaan, membuat Persib tidak bisa menetap di Bandung. Mulai 1945 hingga 1948, Persib berpindah-pindah base came, mulai dari Tasikmalaya, Sumedang, bahkan hingga ke Yogyakarta.

    Baru setelah 1948, Persib menetap kembali di Bandung. Namun bukan berarti perjuangan Persib berakhir. Sisa-sisa kekuatan Belanda masih berupaya menghidupkan kembali VBBO. Kembali Persib berhasil melewati masa sulit, dan menjadi satu-satunya klub sepak bola di Bandung.

    Setelah berpindah-pindah tempat, pada 1957 Persib akhirnya resmi ber-base came di Bandung. Setelah sempat menghuni sekretariat di Jalan Cilentah, Persib menempati tempat di Jalan Gurame yang digunakan hingga 2009 sebelum Persib menjadi klub profesional yang bernaung di bawah PT PBB.

    Pada masa itu, kejayaan Persib dimulai. Memasuki dekade 1960-an, para pemain Persib merajai kancah sepak bola nasional. Kendati hanya merengkuh sekali gelar juara pada 1961, saat itu para pemain Persib menjadi langganan timnas Indonesia.
    Persib pun pernah mengalami masa buruk saat terempas dari Divisi Utama PSSI ke Divisi I pada 1978. Maung Bandung harus merangkak kembali ke Divisi Utama setahun berikutnya. Setelah bebenah dengan menyiapkan para pemain mudanya, upaya Persib menuai hasil dengan kembali merajai sepak bola nasional.

    Setelah 1961, Persib merasakan tiga kali gelar juara, yakni 1986, 1990, dan edisi terakhir Persierikatan PSSI tahun 1994. Sedangkan sebagai runner up, Persib merasakannya pada musim 1950, 1959, 1966, 1983, dan 1985. Selain menjadi juara terakhir era Perserikatan pada 1994, Persib pun tercatat dalam sejarah sepak bola Indonesia sebagai juara Liga Indonesia (LI) edisi pertama musim 1994/1995. Sayangnya setelah itu, prestasi Persib cenderung menurun. Bahkan Persib nyaris terdegradasi ke Divisi I pada 2003.

    Kendati puasa gelar selama 19 tahun, Persib tetap dicintai bobotoh dan warga Jabar. Hingga penantian panjang tersebut terobati juga setelah Persib di bawah kepemimpinan Manajer Umuh Muchtar dan Pelatih Djadjang Nurdjaman berhasil menjuarai ISL 2014 seusai mengempaskan perlawanan juara bertahan Persipura Jayapura lewat adu penalti, 7-5 di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring Palembang Sumatera Selatan, 7 November 2014.

    Prestasi Maung Bandung pun berlanjut kala menjuarai turnamen pramusim Piala Wali Kota Padang, awal Januari 2015. Sayangnya, Atep dan kawanj-kawan gagal menyandingkan trofi turnamen Inter Island Cup 2014, setelah di final dikalahkan Arema Crounus 1-2 pada 31 Junuari 2015. Prestasi Maung Bandung kembali diraih dengan menjuarai turnamen pramusim Piala Presiden 2015.

    Setelah sepak bola Tanah Air vakum pada 2016 akibat sanksi FIFA sebagai hubungan atas kisruhnya kepengurusaan PSSI, Persib mengikuti Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 yang merupakan turnamen untuk mengisi kekosongan kompetisi. Prestasi Persib di ajang ini tidaklah terlalu jelek. Tim asuhan Pelatih Djadjang Nurdjaman finis di peringkat 5 dengan meraih 54 poin.

    Di perhelatan turnamen paling akhir, yakni Piala Presiden 2017, Persib gagal mempertahankan gelar juara dan harus puas tampil sebagai Juara 3 setelah menglahkan Semen Padang, 11 Maret lalu.

    Kini, skuat Persib tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi resmi Liga 1 Indonesia 2017 yang akan digelar mulai pertengahan April mendatang. Djanur pun terus berbenah melengkapi skuatnya yang diturunkan pada Piala Presiden 2017. Gabung pemain senior binaan sendiri plus para juniornya, serta sejumlah pemain top Tanah Air dan pemain asing, Persib siap menyongsong kompetisi Liga 1 dan bertekad kembali mengukir prestasi, yakni mempertahankan trofi kompetisi resmi, yakni ISL yang diraih Persib pada 2014 silam.

    Persib sendiri kini telah menjelma sebagai klub profesional dengan jutaan fans dan sokongan sponsor yang siap mendanai kiprah Maung Bandung di kancah sepak bola, baik nasional maupun internasional. Bahkan Persib bersiap-siap go public dengan menjual sahamnya ke masyarakat luas.

    Dan hari ini, sejarah panjang perjalanan dan perjuangan Persib kembali dikenang dan dirayakan. Ulang tahun ke-84 Persib pun dirayakan dengan berbagai cara oleh bobotoh, masyarakat dan manajemen Persib. Pada Senin (13/3/2017) malam, manajemen PT PBB yang diprakarsai Manajer Umuh Muchtar, mengelar pesta kembang api di Stadion Persib, Jalan Ahmad Yani Kota Bandung. Sementara acara puncak perayanaan HUT ke-84 Persib, rencananya digelar secara besar-besaran di homebase baru Maung Bandung di Stadion Bandung Lautan Api, Gedebage Kota Bandung pada 2 Apil 2017.

    Satu persamaan dari berbagai ritual tahunan tersebut, yakni menginginkan Persib kembali menorehkan prestasi, bisa mempertahankan makhota ISL 2014, bisa mengulangi masa-masa kejayaan di era 1960-an atau 1980 hingga 1990-an. Sejarah panjang Persib dengan segudang prestasi di masa lalu dan masa kini tersebut, tentu harus menjadi pemicu bagi Maung Bandung untuk kembali berprestasi dan merajai sepak bola nasional. Selamat Ulang Tahun Persib. (*)

    Oleh: deni mulyana sasmita / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Tahun Baru Hijriah, Pererat Silaturahmi Toleransi
    Dirgahayu Republik Indonesia ke-74 Tahun
    Mari Kita Berkurban
    • Mari Kita Berkurban

      SEKITAR 2,1 miliar umat muslim di seluruh dunia serentak memeringati Hari Raya Idul Adha yang pada 2019 ini jatuh pada hari Minggu Selengkapnya..

      • 11 Agustus 2019
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah
    Marhaban Ya Ramadan

    Editorial



      Klasemen Liga Dunia

      Tim M Point
      1. Manchester City 38 98
      2. Liverpool 38 97
      3. Chelsea 38 72
      4. Tottenham Hotspur 38 71
      Tampilkan Detail

      Klasemen Liga Indonesia

      Tim M Point
      1 Bali United 17 41
      2 PS Tira Persikabo 18 34
      3 Madura United 18 31