web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Penanganan Sampah Dimulai dari Diri Sendiri
    istimewa/humas posindo Ypssi dalam acara Pos Indonesia Mari Bergerak 2017

    Hari Bebas Sampah 2020

    Penanganan Sampah Dimulai dari Diri Sendiri

    • Senin, 27 Februari 2017 | 17:09:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Yossi Irianto mengapresiasi iniasitif PT Pos Indonesia (Posindo) yang melakukan gerakan memberantas sampah di Indonesia. Dengan demikian, masyarakat khususnya di Kota Bandung semakin sadar untuk menjaga kebersihan.

    "Saya sangat mengapreasiasi dengan usaha PT Pos dalam memelopori sebuah gerakan untuk memberantas sampah di Indonesia. Berkatnya masyarakat semakin menyadari akan pentingnya menjaga kebersihan. Maka dari itu, sebagai langkah awal penanganan ini harus dimulai dari setiap individu," ujar Yossi saat menghadiri acara Pos Indonesia Mari Bergerak 2017 sebagai peringatan Hari Bebas Sampah 2020 di Graha PT Pos Indonesia, Jalan RE Marthadinata Kota Bandung, Minggu (26/2/2017).

    Yossi mengatakan, Pemkot Bandung melalui Dinas Kebersihan bekerja keras dalam menangani masalah sampah ini. Setiap harinya, kata Yossi, produksi sampah di Kota Bandung mencapai 1,6 ton, namun tempat sampah yang tersedia hanya berkapasitas 1,4 ton sehingga memunculkan permasalahan dalam pengelolaannya.

    "Dengan semangat SOTK (struktur organisasi tata kelola) yang baru, kita dari Pemerintah Kota Bandung terus melakukan pembenahan dalam penanggulangan sampah di Kota Bandung. Melalui Dinas Kebersihan Kota Bandung, kita terus berusaha menyelesaikan permasalahan ini," tandas Yossi.

    Selain itu, Yossi menyampaikan kondisi Kota Bandung yang semakin hari semakin baik. Hal tersebut tampak dari keindahan Kota Bandung yang semakin nyata terlihat.

    "Bisa kita lihat, kondisi Kota Bandung saat ini semakin lebih indah. Ini merupakan kerja keras kita bersama dalam mewujudkan Kota Bandung Juara," pungkasnya.

    Sementara itu, Dirut PT Pos Indonesia Gilarsi W Setijono mengatakan, ini merupakan tahun kedua PT Posindo melaksanakan acara Pos Indonesia Mari Bergerak. Aksi ini sebagai bentuk keprihatinan Posindo terhadap permasalahan sampah di Indonesia.

    "Hari ini tahun  kedua menggelar aksi penanganan sampah. Kita dari Pos Indonesia merasa prihatin dengan kejadian longsornya sampah di (TPA) Leuwihgajah pada tahun 2005. Hal tersebut yang mendorong kami melaksanakan aksi ini. Sejak saya menjadi Direktur PT Posindo sejak 2015, acara ini kami canangkan sebagai kepedulian kita terhadap lingkungan," ujar Gilarsi.

    Gilarsi juga mengajak semua masyarakat untuk bersama-sama memikirkan solusi permasalahan sampah agar generasi ke depannya dapat mencontoh kegiatan positif tersebut.

    "Hayu mulai dari sekarang, gerakan siapapun orang di sekitar kita bagaimana menyelamatkan Indonesia dari sampah. Tanggung jawab ini merupakan tanggung jawab bersama tidak hanya petugas kebersihan," ajaknya.

    Sebagai penutup, Gilarsi memiliki gagasan, ke depan harus ada program untuk daur ulang sampah di Indonesia. Gerakan ini dimulai dari diri sendiri dan di rumah sendiri sehingga permasalahan sampah dapat terselesaikan. Dia meminta Bu Pos dan Pak Pos harus menjadi pelopor gerakan membersihkan sampah.

    "Diharuskan ada suatu program atau penanganan awal seperri daur ulang di setiap rumah, supaya mengurangi penumpukan sampah," tambahnya.

    Sebagai bentuk dukungannya terhadap Pemkot Bandung, PT Posindo memberikan bantuan 100 pohon produktif untuk Kota Bandung. Juga memberikan penghargaan kepada pahlawan kebersihan  yang tergabung dalam tim Bandung Resik yang selama ini bekerja demi keindahan Kota Bandung. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Lulusan Perguruan Tinggi Diminta Terus Berkarya
    Gubernur Puji Kepemimpinan Arwan di PT Bandung
    DPKP3 Mulai Tertibkan Aset di Tamansari
    Berhaji, Oded Minta ASN Bekerja Optimal
    Musim Kemarau, Suhu Bandung di Malam Hari Dingin

    Editorial


      Info Kota