Hot News


JN-TAM

Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Mimilih Pemimpin yang Amanah

    Mimilih Pemimpin yang Amanah

    • Kamis, 16 Februari 2017 | 06:32:00 WIB
    • 0 Komentar

    RABU (15/2/2017), bangsa Indonesia menggelar Pilkada Serentak yang digelar di 101 daerah, terdiri atas 7 pemilihan gubernur, 76 pemilihan bupati, dan 18 pemilihan wali kota.

    Kita patut bersyukur pelaksanaan Pilkada Serentak gelombang kedua tersebut, sejauh ini berlangsung aman dan lancar tanpa ada gangguan berarti.

    Kendati belum ada hasil resmi yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), pilkada kali ini sebenarnya sudah memunculkan pemenang di masing-masing daerah. Melalui metode quick count atau hitung cepat oleh sejumlah lembaga survei juga real count secara bertahap oleh KPU, sejumlah pasangan calon sudah hampir dipastikan memenangkan kontestasi demokrasi kali ini.

    Seperti di DKI Jakarta, real count KPU menunjukkan kemenangan pasangan calon nomor urut 2 Basuki Tjahaya Purnana-Djarot Saiful Hidayat dengan perolehan suara sekitar 42,22%, disusul paslon nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno dengan 41,22% dan urutan terakhir paslon nomor urut 1 Agus Yudhoyono-Sylviana Murni dengan 16,05%.

    Dengan hasil ini, dipastikan bakal ada pemungutan suara putaran kedua yang akan diikuti pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi. Pasalnya, dalam perhitungan suara tidak ada pasangan calon yang memperoleh suara 50% plus 1 suara. Sesuai dengan UU Pilkada, khusus untuk DKI Jakarta, pemenang pilkada harus mendapatkan dukungan suara di atas 50%.

    Hasil hitung cepat juga diperoleh pada Pilkada Banten. Pasangan nomor urut 2 Wahidin-Andika unggul dengan 50,6% dibandung pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarif dengan 49,4%. Namun survei lain dari Indikator Politik Indonesia, menunjukkan pasangan Rano-Embay unggul tipis dengan 50,04% dan Wahidin-Andika 49,96%.

    Sementara pilkada 3 daerah di Jabar juga telah menunjukkan perolehan suara. Di Kota Cimahi, berdasarkan hasil real count KPU, pasangan nomor 3 Ajay M Priatna-Ngatiana unggul 41,49%. Diikuti pasangan calon nomor urut 2 Asep Hadad Didjaya-Irma Indriani dengan perolehan suara 30,36 % dan nomor urut 1 Atty Suharti-Ahmad Zulkarnain dengan 27,86%.

    Di Kota Tasikmalaya, hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukkan kemenangan pasangan nomor urut 2 Budi Budiman-Muhammad Yusuf dengan perolehan suara 39,98%, diikuti nomor urut 3 Dede Sudrajat-Asep Hidayat dengan 38,56% dan nomor urut 1 Dicky Candra-Denny Rhomdoni 21,46%.

    Sementara itu, untuk Pilkada Kabupaten Bekasi, Jaringan Survei Indonesia (JSI) menyatakan pasangan calon patahana Neneng Hasanah Yasin-Eka Supriatmadja mengungguli empat pasangan calon lainnya. Pasangan nomor urut 5 ini memperoleh hasil yang meyakinkan, 42 % suara. Selanjutnya pasangan Saduddin-Ahmad Dhani berada di urutan kedua dengan 25%. Disusul pasangan independen Obon Tabroni-Bambang Sumaryana dengan 15%, Meliana Kartika Kadir-Abdul Kholik 9% dan Iin Farihin-KH Mahmud sebesar 6%.

    Bila hasil ini sama dengan penghitungan real count KPU nanti, maka dipastikan Pilkada Bekasi hanya 1 putaran. Soalnya, pasangan Neneng Hasanah Yasin-Eka Supriatmadja melewati batas minimal 31%, sesuai dengan UU Pilkada. Di Indonesia sendiri, hanya Pilgub DKI yang menerapkan aturan pemenang Pilkada minimal 50% pulus 1 suara untuk bisa menang 1 putaran.

    Rakyat sendiri telah menentukan pilihan siapa pemimpin yang akan melayani mereka pada 5 tahun ke depan. Para pasangan calon juga telah mengerahkan segala daya upaya untuk memenangkan hati rakyat. Siapa yang akan memimpin dalam periode 2017-2022, memang belum bisa dipastikan hari ini karena secara resmi.

    Karena hasil lengkapnya harus melalui rapat pleno rekapitulasi berjenjang, mulai dari tingkat PPK yang dilaksanakan pada 16-21 Februari 2017. Untuk rapat pleno rekapitulasi tingkat Kota Cimahi akan dilakukan pada 22-24 Februari 2017. Dan jika tidak ada gugatan, pada 8 Maret 2017 mendatang sudah bisa ditetapkan pasangan yang memenangkan Pilkada.

    Namun setidaknya dari serangkaian quick count atau hitung cepat, kita sudah bisa mengira-ngira siapa yang tampil sebagai pemenang. Tapi mungkin terlalu cepat juga jika menasbihkan salah satu pasangan sebagai pemenang, hari ini. Yang jelas, dalam sebuah kompetisi, termasuk itu kompetisi politik seperti pilkada, pasti hanya muncul satu pemenang. Pihak yang menang akan dihadapkan pada tugas berat dalam menjalankan tugasnya melayani rakyat. Sedangkan pihak-pihak yang kalah tentunya harus legawa menerima kekalahan.

    Di sejumlah pemilukada, gugatan yang dilayangkan pasangan calon yang kalah sering mewarnai pascapencoblosan. Gugat-menggugat ini menjadi fenomena tersendiri pada era pilkada langsung, yang harus berakhir di meja sidang Mahkamah Konstitusi (MK). Menyikapi hasil pilkada ini, semua pihak haruslah bersikap dewasa. Seperti jargon yang dikumandangkan sebelum bertarung di pilkada, bahwa semua pasangan siap menang juga siap kalah.

    Yang jelas, rakyat telah menentukan takdirnya sendiri dengan memilih pemimpin daerahnya. dalam pesta demokrasi langsung secara serentak kali ini. Seperti ungkapan dalam bahasa latin, vox populi, vox dei atau "suara rakyat adalah suara Tuhan", yang artinya bahwa suara rakyat harus dihargai sebagai penyampai kehendak Tuhan.

    Pilihan mayoritas rakyat ini menjadi mandat yang harus dilaksanakan dengan baik oleh pemimpin daerah terpilih nantinya. Apa yang dijanjikan selama masa kampanye, sudah seharusnya direalisasikan dalam program nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Dan apa yang menjadi aspirasi rakyat selama ini, harus menjadi acuan dalam merancang program pembangunan dalam 5 tahun ke depan. Dengan tujuan akhir adalah kesejahteraan semua rakyat.

    Satu yang pasti, jabatan -dari mulai ketua RT hingga presiden- hakikatnya adalah amanah, sebuah kepercayaan yang telah diberikan oleh rakyat atau negara. Kita membutuhkan seorang pemimpin yang amanah, yang menjalankan kepercayaan rakyatnya dengan sebaik-baiknya. Bukan pemimpin yang hanya mencari jabatan atau kedudukan.

    Kita berharap Pilkada Serentak 2017 ini benar-benar melahirkan pemimpin yang amanah, pemimpin yang tidak korupsi, pemimpin yang mampu menyejahterakan warganya. (*)

    Oleh: deni mulyana sasmita / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Berdamai atau Hidup Tanpa Corona
    Jadi Pribadi yang Lebih Baik di Tahun Baru 2020
    Teloransi, Kebersamaan dalam Perbedaan
    Teladani Semangat Pahlawan
    Tahun Baru Hijriah, Pererat Silaturahmi Toleransi
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Klasemen Liga Dunia

      Tim M Point
      1. Liverpool 12 34
      2. Leicester City 12 26
      3. Chelsea 12 26
      4. Manchester City 12 25
      Tampilkan Detail

      Klasemen Liga Indonesia

      Tim M Point
      1 Persib Bandung 3 9
      2 Bali United 3 7
      3 PSIS Semarang 3 6