Hot News


JN-TAM

Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Pers yang Profesional dan Bertanggung Jawab

    Pers yang Profesional dan Bertanggung Jawab

    • Kamis, 9 Februari 2017 | 21:53:00 WIB
    • 0 Komentar

    SETIAP SETIAP tanggal 9 Februari, diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Hari ini, tepat 71 tahun silam, bertempat di Gedung Museum Pers Solo, digelar pertemuan untuk membentuk Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang menjadi cikal bakal peringatan HPN. Namun secara resmi tanggal 9 Februari, ditetapkan sebagai HPN pada Kongres ke-16 PWI di Padang, Desember 1978 dan baru disetujui pemerintah pada 1985.

    Pada awal kemunculannya di awal abad 19, pers merupakan alat atau media perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari penjajah Belanda. Tentu misi ideal tersebut sudah jauh berubah saat ini. Kini pers telah berkembang menjadi sebuah industri, yang di dalamnya terdapat kekuatan modal dan bisnis.

    Perjalanan pers Indonesia pun cukup berliku, mulai dari zaman perjuangan, kemerdekaan, selanjutnya melewati masa Orde Baru, dan kini era Reformasi. Setelah hampir 32 tahun mendapat tekanan penguasa Orde Baru, saat ini pers mendapatkan kebebasannya.

    Namun tentunya napas perjuangan dari pers nasional haruslah tetap dijunjung tinggi. Pers nasional harus bisa menjadi media perjuangan dalam menegakkan demokrasi Indonesia. Pers yang merupakan pilar keempat dalam proses demokrasi harus bisa mengawal pilar-pilar lainnya, yakni eksekutif, legislatif, dan yudikatif agar tidak menyimpang dan merugikan rakyat.

    Di tengah profesionalisme yang dijamin dalam UU No 40/1999 tentang Pers, para jurnalis juga tetap harus mengedepankan nasionalisme. Rasa nasionalisme tersebut bisa diimplementasikan dengan memaksimalkan salah satu fungsi pers, yakni social control dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Keberadaan pers dalam sebuah sistem kenegaraan, memang tidak diragukan lagi. Betapa tidak, pers atau media massa menjadi kekuatan keempat dari pilar demokrasi, bahkan media bisa ‘dianggap’sebagai salah satu kekuatan politik. Dalam arti, sebagai kekuatan sosial, media sanggup mempengarugi kebijakan negara dan politik. Karena pers tak lain adalah cerminan dari kehidupan rmasyarakat suatu bangsa itu sendiri.

    Untuk menuju pers bermutu, tentu bukanlah pekerjaan mudah. Sikap profesional dan menjunjung tinggi nilai dan kode etik jurnalistik, dari insan pers menjadi syarat dalam menciptakan lembaga pers yang bermutu.

    Kebebasan yang kini diperoleh insan pers setelah hampir 32 tahun terkungkung penguasa Orde Baru, tentu harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat dan kelangsungan demokrasi. Karena di negeri demokrasi-lah, kebebasan bisa tercipta termasuk bagi pers.

    Pers nasional harus bisa menjadi media perjuangan dalam menegakkan demokrasi Indonesia. Pers yang merupakan pilar keempat dalam proses demokrasi harus bisa mengawal pilar-pilar lainnya, yakni eksekutif, legislatif, dan yudikatif agar tidak menyimpang dan merugikan rakyat.

    Pers pun harus menjadi jembatan dan penengah dalam relasi masyarakat dengan negara, yang terus menjaga keseimbangan sebagai kontrol sosial, pendidikan, hiburan, serta penyebar informasi yang jujur dan bermutu kepada publik.

    Para peringatan ke-71 tahun ini, HPN jangan hanya menjadi seremonial belaka. Peringatan HPN yang dipusatkan di Ambon, Maluku dan dihadiri Presiden Joko Widodo, haruslah menjadi tonggak dalam meningkatkan profesionalisme pers. Peringatan Hari Pers harus menjadi ajang bagi insan pers dan media massa untuk mengoreksi diri, memperbaiki kelemahannya, sehingga dari hari ke hari semakin baik menuju pers yang profesional dan bertanggung jawab.

    Harapan pers nasional yang profesional tentunya belum terwujud sepenuhnya. Pers nasional masih harus berbedah diri di tengah-tengah perkembangan demokrasi dan kebebasan pers yang oleh sebagian orang disebut ’kebablasan’.

    Mari kita kawal pers nasional agar semakin profesional, menjunjung tinggi nilai dan kode etik jurnalis. Lembaga pers pun harus terus didorong dalam meningkatkan kualitas, kesejahteraan, dan perlindungan bagi wartawannya. Selamat Hari Pers Nasional. (*)

    Oleh: deni mulyana sasmita / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Terkait
    Berita Lainnya
    Berdamai atau Hidup Tanpa Corona
    Jadi Pribadi yang Lebih Baik di Tahun Baru 2020
    Teloransi, Kebersamaan dalam Perbedaan
    Teladani Semangat Pahlawan
    Tahun Baru Hijriah, Pererat Silaturahmi Toleransi
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Klasemen Liga Dunia

      Tim M Point
      1. Liverpool 12 34
      2. Leicester City 12 26
      3. Chelsea 12 26
      4. Manchester City 12 25
      Tampilkan Detail

      Klasemen Liga Indonesia

      Tim M Point
      1 Persib Bandung 3 9
      2 Bali United 3 7
      3 PSIS Semarang 3 6