blog counter
PT POS

Hot News


JN-TAM

Opini


    Tersangka Pungli DPMPTSP Bakal Bertambah

    • Jumat, 3 Februari 2017 | 17:16:00 WIB
    • 0 Komentar


    Tersangka Pungli DPMPTSP Bakal Bertambah
    Kantor DPMPTSP disegel pasca-OTT net

    JuaraNews, Bandung - Tersangka kasus pungutan liar (pungli) dan gratifikasi di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung, kemungkinan bakal bertambah.

    Hal tersebut menyusul diperiksanya 12 saksi tambahan atas kasus operasi tangkap tangan (OTT)di DPMPTSP, Jumat (28/1/2017) lalu, oleh penyidik Polrestabes Bandung. Ke-12 saksi tambahan tersebut seluruhnya berasal dari dalam dinas yang bersangkutan mulai dari staf hingga office boy.

    "Ke 12 saksi tambahan ini yang diduga ada kaitannya dengan pelaku," ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana di Mapollrestabes Bandung, Jalan Merdeka Kota Bandung, Jumat (3/2/2017).
    "Ke 12 saksi tambahan ini yang diduga ada kaitannya dengan pelaku," sambung.

    Hingga saat ini, polisi telah menetapkan 6 tersangka dalam OTT yang dilakukan tim Sapu Bersih (Saber) Pungli tersebut. Selain Kepala DPMPTSP Dandan Riza Wardana, juga ditetapkan 5 tersangka lainnya, yakni AS, BK, NS, MPH, dan DD. Mereka terdiri atas seorang kepala bagian, 3 staf, dan sopir pribadi Dandan.

    Dalam OTT di kantor DPMPTSP Kota Bandung, Jalan Cianjur No 34 Kota Bandung, Jumat (27/1/2017) malam lalu, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai Rp364 juta, USD24 ribu, 124 poundsterling, dan buku tabungan berisi yang mencatat aktivitas transfer sebesar Rp500 juta.

    Uang pungli tersebut diduga merupakan hasil kegiatan pungli selama 2 pekan terakhir. Modus pungli yang dilakukan Dandan bersama 5 anak buahnya, yakni dengan mempercepat penerbitan perizinan tanpa melalui sistem online dan menyarankan pengajuan izin melalui sistem manual.

    Beberapa perizinan yang menjadi sasaran pungli yakni pembuatan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), izin reklame, dan izin lainnya.
    Keenam tersangka dijerat Pasal 5, 11, dan 12b UU No 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Dengan ancaman hukuman minimal 4 hingga 20 tahun dan maksimal kurungan penjara seumur hidup. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Flyover Kopo Diuji Coba selama Sepekan
    Yana Mulyana Resmi Jabat Wali Kota Bandung, Gubernur Minta Komunikasi dengan Pemprov Ditingkatkan
    Wow, DPRD Kota Bandung Anggarkan Rp1 Miliar untuk Beli Ponsel Mewah di Tengah Pandemi Covid-19
    Mochtar Kusumaatmadja Bakal jadi Nama Jalan Gantikan Flyover Pasupati
    Cegah Penyebaran Omicron, Pemkot Bandung Tutup 3 Jalan Utama & Terapkan Ganjil-Genap di Gerbang Tol
    Berita Terdahulu
    KBB

    Info Kota


    Data Statik Covid-19


    DATA COVID-19 INDONESIA

    😷 Positif:

    😊 Sembuh:

    😭 Meninggal:

    (Data: kawalcorona.com)

    Ads