web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Emil Prihatin Kadis Kena Operasi Tangkap Tangan
    humas pemkot bandung Emil dan Hendro memberikan keterangan pers

    Emil Prihatin Kadis Kena Operasi Tangkap Tangan

    • Sabtu, 28 Januari 2017 | 13:16:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil prihatin dengan peristiwa yang menimpa Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Atap (PMPSA) Kota Bandung Dandan Riza Wardana yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber) Pungli Kota Bandung, Jumat (27/1/2016) malam.

    Emil pun sedih karena instruksinya untuk mengindari tindakan berbau korupsi, tidak diindahkan oleh bawahannya.

    "Saya prihatin karena sudah berkali kali di setiap rapat, di setiap kesempatan, saya ingatkan, jaman sudah berubah. Fokus pada pelayanan kepada warga. Jangan tergoda oleh macam-macam. Ke semua orang, saya selalu menekankan itu," ucap Ridwan saat ditemui di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum Kota Bandung, Sabtu (28/1/2017).

    Baginya, kejadian ini menunjukkan bahwa kepolisian telah bergerak cepat melakukan tindakan terhadap para pelaku pungli dengan sangat baik. Kepolisian sendiri merupakan bagian dari Saber Pungli di Kota Bandung. Tim ini telah menerjemahkan arahannya dalam membersihkan birokrasi di Kota Bandung.

    "Memang sejak pelantikan Tim Saber Pungli, saya sudah mengarahkan kepada tim kepolisian dan tim Saber Pungli untuk berkoordinasi merumuskan pembersihan birokrasi Kota Bandung," kata Emil yang memberikan keterangan bersama Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo.

    Meskipun demikian, dia tidak pernah secara spesifik meminta pemeriksaan dilakukan di SKPD tertentu. Dia hanya ingin agar kualitas penegakkan hukum terkait pungutan yang tidak semestinya itu bisa meningkat.

    "Jadi saya bilang, mau pungli (skala) kecil seperti parkiran, sampai yang pungli (skala) besar itu mohon diungkap supaya secara multidimensi orang kapok dan tidak melakukan pungutan-pungutan yang tidak semestinya kepada masyarakat," jelas Emil.

    Emil lantas mengingatkan kepada para aparatur sipil negara (ASN) lainnya agar tidak lagi menggadaikan integritasnya karena godaan materi yang bisa berujung pada konsekuensi hukum.

    "Semoga peristiwa ini menjadi hikmah kepada seluruh ASN Kota Bandung untuk tidak sekali lagi mempertaruhkan jabatannya karena setiap pejabat telah menandatangani pakta integritas yang menolak suap dan gratifikasi," paparnya.

    Soal status Dandan selama pemeriksaan hukum, status kepegawaiannya dinonaktifkan hingga diperoleh kepastian hukum. Selama proses tersebut berlangsung, Emil memastikan pelayanan perizinan di Kota Bandung tetap akan berjalan seperti biasa. Masyarakat tidak perlu khawatir adanya hambatan pada pelayanan publik. Emil pun akan berkoordinasi untuk segera menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) agar bekerja menggantikan pejabat yang nonaktif.

    "Saya pastikan kepada masyarakat pelayanan perizinan di Kota Bandung tidak akan terganggu. Itu tugas saya. Kalau perlu saya turun langsung memastikan hal seperti ini," ujar Emil, seraya menambahkan masyarakat bisa menyampaikan pelaporan mengenai tindakan pungli melalui hotline Saber Pungli di nomor 1500106 atau 081220004878. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Cegah Stunting, Posyandu Cicendo Luncurkan Aplikasi Si Aplod dan Si Centring
    Kesalehan Sosial Antar Manusia ke Surga
    Kecamatan Bojongloa Kidul Juara Umum MTQ Kota Bandung
    Hari Pohon Sedunia 2019, Penanda Komitmen Lestarikan Lingkungan
    Kota Bandung Miliki 1.918 Posyandu Multifungsi

    Editorial


    • Teladani Semangat Pahlawan
      Teladani Semangat Pahlawan

      HARI Minggu (10/11/2019) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.

      Info Kota