web stats service from statcounter

Hot News

  • Anggota The Jak Tewas, Viking Minta Maaf
    Anggota The Jak Tewas, Viking Minta Maaf
    • 25 September 2018 | 07:47:00 WIB

    VIKING meminta maaf atas tewasnya Haringga Sirila (23) dalam peristiwa pegeroyokan yang dilakukan oknum di Stadion GBLA, Minggu (23/9/2018).

Inspirasi

    Gong Xi Fa Chai
    net gong xi fa chai

    Gong Xi Fa Chai

    • Jumat, 16 Februari 2018 | 05:40:00 WIB
    • 0 Komentar

    JUMAT (16/2/2018)  ini merupakan hari istimewa bagi orang-orang Tionghoa atau keturunan China di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Di hari ini, lebih dari 2 miliar lebih warga etnis China merayakan Tahun Baru Imlek 2569 yang menandai datangnya Tahun Anjing Tanah.

    Imlek yang dirayakan sejak 221 SM ini merupakan hari raya paling penting bagi masyarakat China. Ada dua alasan utama Tahun Baru Imlek dirayakan yaitu yang pertama untuk merayakan hasil kerja keras setahun lamanya bersama keluarga serta untuk mengharap keberuntungan di tahun berikutnya.

    Sesuai tradisi Imlek perayaan yang paling utama adalah reuni bersama seluruh anggota keluarga, bagi-bagi angpao, makan malam bersama, pesta kembang api atau lampion dan membuat ragam pernak-pernik berwarna merah. Karena warna ini dipercaya sebagai warna keberuntungan.

    Perayaan Imlek pun cukup meriah karena diperingati oleh hampir 1/5 penduduk dunia. Demikian pula, Tahun Baru Imlek telah menjadi bagian dari budaya tradisional Indonesia. Perayaan Imlek di Indonesia bahkan sudah dilakukan sejak berabad-abad lalu, ketika nenek moyang warga keturunan Cina datang ke Tanah Air

    Tahun demi tahun, setiap jatuh pada hari Imlek, warga etnis Tionghoa merayakannya. Kendati tak seramai perayaan Hari Raya Idul Fitri, mereka pun melakukan silaturahmi dan saling mengunjungi sesama keluarga. Bahkan sebagian dari mereka, juga melakukan tradisi mudik, seperti umat Islam saat Lebaran, atau orang Tionghoa di tanah kelahiran mereka di daratan China sana.

    Namun, kemeriahan Imlek di Tanah Air sempat tidak terdengar sejak Orde Baru berkuasa. Saat itu, Presiden Soeharto melarang segala hal yang berbau Tionghoa termasuk merayakan Tahun Baru Imlek, melalui Inpres No 14/1967.

    Warga keturunan Tionghoa akhirnya kembali mendapatkan haknya merayakan Imlek ketika Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres produk Orde Baru tersebut pada tahun 2000, yang dilanjutkan dengan mengeluarkan Keppres No 19/2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif (hanya berlaku bagi mereka yang merayakannya). Dan akhirnya pada 2002 lalu, Imlek resmi dinyatakan sebagai hari libur nasional oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.

    Memang perayaan Imlek di Tanah Air tidak semeriah di negeri asalnya, China. Namun, Hari Raya yang diperingati lebih dari 12 juta warga Tionghoa dari berbagai agama ini, tetap istimewa. Tahun Baru Imlek dikenal juga sebagai Festival Musim Semi dan di Tiongkok merupakan hari libur resmi selama sepekan lamanya dan akan diakhiri oleh Festival Cap Go Meh yang merupakan puncak rangkaian tradisi perayaan Imlek yang jatuh pada hari ke-15 pada tahun yang baru. Pada Festival Cap Go Meh tarian Barong Sai atau Tarian Liong serta pesta lampion akan mendominasi kemeriahan festival.

    Berbagai acara digelar dalam perayaan yang dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 hingga tanggal 15 bulan pertama (Cap Go Meh) ini. Seperti sembahyang Imlek, sembahyang kepada Thian, dan perayaan Cap Go Meh. Tujuan dari persembahyangan ini, tak lain sebagai wujud syukur dan doa harapan agar di tahun depan mendapat rezeki lebih banyak, untuk menjamu leluhur, dan sebagai sarana silaturahmi dengan kerabat dan tetangga.

    Hari Raya Imlek pun merupakan momen pertemuan seluruh anggota keluarga sekali dalam setahun. Anggota keluarga akan bersilaturahmi, saling berbagi dan memberikan pengalaman selama setahun. Perayaan ini menjadi sangat berarti ketika setiap anggota keluarga dan tetangga saling menjalin kasih, saling mengayomi, dan memulai lembaran baru.

    Keberadaan etnis Tionghoa, dengan tradisi Imlek-nya tentunya menambah khasanah budaya Indonesia yang beragam. Berdasarkan UU No 12/2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, Tionghoa digolongkan sebagai salah satu suku dalam lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena, memang Indonesia dibangun dari keberagaman etnis-etnis yang ada.

    Tahun Anjing 2018

    Dalam tradisi Tionghoa, setiap tahun diberi nama menurut salah satu dari 12 hewan, yang termasuk dalam zodiak Tionghoa atau disebut shio. Dan shio di Tahun Baru Imlek 2018 ini adalah Anjing Tanah. Anjing adalah shio ke-11 dari semua hewan zodiak.

    Tahun Anjing Tanah sendiri menurut kalender Tiongkok akan berjalan mulai 16 Februari 2018 hingga 4 Februari 2019. Dalam kepercayaan etnis Tionghoa, Tahun Anjing Tanah merupakan tahun yang menuntut tiap individu untuk fokus pada apa yang dikerjakan dan lebih percaya diri. 

    Mereka yang optimistis dipastikan akan mampu mengatasi segala desas-desus, keresahan, dan efek negatif dari perekonomian yang memang sangat menantang. Tahun ini situasi ekonomi dan masa depan bisnis kecil dan menengah secara keseluruhan tak akan memperlihatkan perubahan signifikan. 

    Tapi bagi orang-orang yanga pandai melihat celah, Tahun Anjing Tanah adalah saatnya pesta pora dan mereguk sukses seluas-luasnya. Kewaspadaan dan tepa selira harus dikedepankan karena makin banyak orang yang hobi menjadikan masalah sepele menjadi viral. Makin sulit mencari orang yang bisa dipercaya, namun loyalitas dari lingkungan terdekatlah akan membantu mengatasi masalah tersebut. 

    Di luar pemaknaan Tahun Anjing Api ini, tentunya perayaan Imlek ini harus dijadikan momen untuk lebih meningkatkan persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia. Imlek ini bukan hanya harus dimaknai oleh warga etnis Tionghoa, namun oleh seluruh warga negara Indonesia (WNI) dari etnis lainnya.

    Konflik-konflik yang dipicu perbedaan etnis, seperti yang terjadi di masa lalu, diharapkan tidak pernah terjadi lagi di Tanah Air kita ini. Kemeriahan Imlek ini diharapkan bisa lebih memperkokoh kebhinekaan Indonesia, dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang besar. Selamat Tahun Baru Imlek. Gong Xi Fa Chai. (*)

    Oleh: deni mulyana sasmita / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Selamat Bekerja Gubernur Jabar yang Baru
    Mari Kita Berkurban
    • Mari Kita Berkurban

      SEKITAR 2,1 miliar umat muslim di seluruh dunia serentak memeringati Hari Raya Idul Adha yang pada 2019 ini jatuh pada hari Rabu Selengkapnya..

      • 22 Agustus 2018
    Dirgahayu Republik Indonesia
    Selamat Memilih
    Selamat Hari Raya Idul Fitri
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google

      Klasemen Liga Dunia

      Tim M Point
      1. Liverpool 4 12
      2. Chelsea 4 12
      3. Watford 4 12
      4. Manchester City 4 10
      Tampilkan Detail

      Klasemen Liga Indonesia

      Tim M Point
      1 Persib Bandung 23 44
      2 PSM Makassar 23 38
      3 Persija Jakarta 23 36