web stats service from statcounter
Telusuri Tembakau Gorilla, Polda Bentuk Tim Khusus
net Tembakau Gorilla yang dijual secara online

Telusuri Tembakau Gorilla, Polda Bentuk Tim Khusus

  • Senin, 23 Januari 2017 | 04:39:00 WIB
  • 0 Komentar

JuaraNews, Bandung - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jabar membentuk tim khusus untuk menelusuri penjualan tembakau gorilla di wilayah hukum Polda Jabar.

Pembentukan tim dengan melibatkna tenaga ahli di bidang information technology (IT) tersebut dilakukan menyusul adanya penjualan tembakau gorilla yang dilakukan secara online.

“Kami bentuk tim khusus dengan mlibatkan tenaga IT dan koordinasi dengan Bareskrim Mabes Polri untuk menelusuri penjual dan pengedar tembakau gorilla ini,” kata Direktur Resnarkoba Polda Jabar Kombes Pol Asep Jaenal Ahmadi, Minggu (22/1/2017).

Asep mengatakan, sejauh ini memang belum menemukan peredaran tembakau gorilla di Jabar setelah adanya revisi Permenkes No 2/2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika.. Namun, hal itu bukan berarti penjualan dan peredaran tembakau gorilla di Jabar tidak terjadi.

Selain di tingkat Polda, jelas Asep, setiap polres di wilayah Polda Jabar juga menyiapkan tim khusus untuk menelusuri penjualan baranga dengan label Tembakau Super Cap Gorilla tersebut. “Kami tingkatkan terus penyelidikannya supaya bisa kami temukan sudah ada peradarannya di Jabar atau belum,” jelas Asep.

Pengguna tembakau gorila sendiri saat ini bisa dipidana sesuai dengan UU Narkotika 35 tahun 2009. Dalam Permenkes baru yang ditandatangani Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek pada 5 Januari 2017 tersbeut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memasukkan tembakau gorilla dan 27 zat baru dalam kategori narkotik.

Tembakau gorila mengandung zat AB-CHMINACA yang membuat penggunannya berhalusinasi atau disebut-sebut merasa tertimpa gorila. Pasal yang bisa dikenakan dalam kasus tembakau gorilla itu Pasal 112 dan 114 UU No 35/2009 dengan ancaman hukuman maksimalnya 12 tahun hingga hukuman mati.

Sementara itu, Kasatres Narkoba Polrestabes Bandung AKBP Febri Kurniawan Maruf mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki peredaran tembakau gorilla di Kota Bandung setelah pengedar maupun penggunanya saat ini bisa dipidanakan.

Menurut Febri, penjualan ganja sintetis ini tidak dilakukan secara terbuka seperti menjual rokok biasa. Sehingga pengedar dan produsennya bisa berada di mana saja. Karena itu, pihaknya masih menelusuri keberadaan penjual tembakau gorilla itu.

"Kebanyakan secara online, makanya bisa saja pengedarnya ini ada di Jakarta, Bandung, atau di kota lainnya,” kata Febri.

Febri menyebutkan, peredaran tembakau gorilla di Kota Bandung sebelum adanya revisi permenkes, pernah ditemukan. Pihaknya beberapa kali menangkap pengguna tembakau yang dicampur zat kimia tersebut. Namun ketika itu tak bisa memprosesnya karena tidak memiliki dasar hukum. Namun peredarannya mulai menghilang setelah adanya revisi permenkes tersebut.

“Kurang lebih 5 perkara. Tapi kami masih dalami dan selidiki sampai saat in,” pungkasnya. (*)

den

0 Komentar

Tinggalkan Komentar


Cancel reply

0 Komentar


Tidak ada komentar

Berita Lainnya


Pemprov Jabar Terus Dorong Pemulihan Lingkungan di KBU
Kurangi Pengangguran, Disnakertrans Jabar gelar Job Fair Milenial Festival 2019
Jadi Menko Perekonomian dan Ketum Golkar Airlangga disarankan Tunjuk Wakil Golkar
Silaturahmi dengan Kang DS, Masyarakat 3 Kecamatan Berharap Pelabaran Jalan Soreang-Rancabali
Jabar Raih Penghargaan Pemerintah Daerah Peduli Penyiaran di Anugerah KPI 2019

Editorial


  • Teladani Semangat Pahlawan
    Teladani Semangat Pahlawan

    HARI Minggu (10/11/2019) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.