web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Peras IRT, Wartawan dan Polisi Gadungan Dibekuk
    net

    Peras IRT, Wartawan dan Polisi Gadungan Dibekuk

    JuaraNews, Majalengka - Oknum wartawan dan polisi gadungan diamankan oleh petugas dari Polres Majalengka. Keduanya diduga telah melakukan pemerasan terhadap seorang ibu rumah tangga yang baru pulang dari Arab Saudi dengan tuduhan telah berselingkuh.

    Kapolsek Rajagaluh Majalengka Jaja Gardaja menyebutkan polisi gadungan yang kini diamankan tersebut berinisial PS (30) warga Desa Sukadana, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka. Dia mengaku-ngaku sebagia anggota Reskrim Polres Majalengka. Sementara oknum wartawan yang mengaku dari Inti Media berinisial TS.

    “Mereka ditangkap di Pasar Rajagaluh setelah anggota Babinsa dari Koramil Rajagaluh dan anggota kepolisian dari Sektor Rajagaluh setelah menerima laporan dari korban,” ucapnya, Rabu (11/1/2017).

    Menurutnya pemerasan yang dilakukan oleh para tersangka itu terjadi pada Jumat (2/12/2016). Ketika itu, mereka mendatangi seorang ibu rumah tangga bernama Deti (25) warga Blok Selasa, RT 02/RW 02, Desa Setu, Kecamatan Rajagaluh yang baru pulang dari Arab Saudi.

    Kedatangan polisi gadungan bersama oknum wartawan disertai Ag yang juga oknum wartawan, serta suami korban, Jajat Sudrajat. Mereka menuding Deti telah selingkuh dengan laki-laki lain sambil menunjukkan pesan singkat Deti.

    Lalu mereka mengancam akan memproses dan memberitakan perselingkuhannya itu. Namun, mereka mengajukan untuk berdamai asalkan Deti menyediakan uang sebesar Rp 5,2 juta. Semula korban menolak menyerahkan uang sebesar Rp 5,2 juta dan hanya akan memberikan Rp 1 juta. Namun mereka menolaknya hingga akhirnya keinginan tersebut dipenuhi. Mereka juga mendatangi Aam warga Desa Palabuan, Kecamatan Sukahaji dan meminta uang sebesar Rp 4 juta.

    Kedua korban kemudian melaporkan kasus pemerasan ini dan langsung ditindaklanjuti oleh petugas dengan mengejar para pelaku. “Para pelaku berhasil ditangkap. Sedangkan uang hasil pemerasan itu ternyata mereka bagi tiga, masing-masing Ag oknum wartawan sebesar Rp 3,5juta, TS sebesar Rp 1,7 juta, serta PS Rp 500.000,” sebutnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Ganggu Ketertiban Warga Rental PS Disegel Pol PP
    Siswa MTS di Garut Hilang Diduga Jihad Gabung ISIS
    Tim Bola Disambar Petir, 1 Tewas Belasan Lain Luka
    Dikelola Pemprov Siswa SMA/SMK Harus Bayar SPP
    Penambahan Kuota Haji Tak Sebanding Pendaftar
    Berita Terdahulu

    Editorial