web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Pertumbuhan Ekonomi Jabar Lampaui Nasional
    humas bapusipda Aher saat Peresmian Hall Of Fame di Aula Bapusipda

    Pertumbuhan Ekonomi Jabar Lampaui Nasional

    • Sabtu, 31 Desember 2016 | 05:30:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Dalam kurun waktu terakhir masa jabatan Gubernur Ahmad Heryawan, Provinsi Jabar mencapai keberhasilan signifikan.

    Indikasi keberhasilan yang dicapai atas program kerjanya, adalah indikator angka kemiskinan berhasil ditekan pada kurun waktu 1 tahun ini. Sekaligus angka Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) berada di atas pencapaian nasional.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, LPE Jabar year to year Triwulan III/2016 mencapai 5,76%, melonjak dari 2015 sebesar 5,03%, atau terjadi kenaikan 0,53%. Sekaligus melampuai LPE nasional year on year Triwulan III mencapai 5,02 persen atau selisih 0,74%.

    Heryawan mengatakan, BPS mensinyalir kenaikan LPE year on year Triwulan III/2016 terjadi karena dipicu aktivitas PON XIX/2016 yang baru saja diselenggarakan di Jabar. Artinya, perhelatan PON cukup mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

    "Ini (pertumbuhan ekonomi Jabar) sesuatu banget. Bahkan, kalau dibandingkan (pertumbuhan) dengan LPE nasional hanya 5,02%," jelas Aher dalam paparan Laporan Kilas Balik Provinsi Jabar Tahun 2016 di sebuah café di Jalan Anggrek Kota Bandung, Kamis (29/12/2016).

    Hadir mendampingi Gubernur, adalah Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar, Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Pemprov Jabar Denny Juanda, Kepala BPS Jabar Bachdi Ruswana, dan Ketua Dekranasda Jabar Netty Prasetiyani.

    Aher merinci, kenaikan LPE Jabar ini paling tinggi di Pulau Jawa, dibanding Jatim, Jateng, dan DKI Jakara. Selain itu, untuk nilai inflasi year to date di Jabar telah berhasil ditekan angkanya. Jika pada 2015 sebesar 2,73%, menjadi 2,39% pada November 2016. Nilai ini sangat jauh di bawah rata-rata nasional.
    "Jadi ini kan plus minus ya. Kalau paling tinggi (inflasi) itu di atas 5 tapi kalau paling rendah di bawah 3," ‎kata Gubernur Jabar 2 periode ini.

    Bukan hanya LPE yang lebih baik dibanding nasional, namun juga angka kemiskinan. Menurut Aher, angka kemiskinan di Jabar pada 2015 mencapai indeks 9,57%. Nilai ini lebih kecil dari angka kemiskinan nasional. Dan pada 2016 ini Jabar telah kembali berhasil menurunkan menjadi 8,95 %. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Promo KA Galunggung dan Pangandaran Diperpanjang
    Lebaran, Pos Indonesia Terus Berikan Layanan Prima
    Posindo Berangkatkan 600 Peserta Mudik Bareng BUMN
    Tiga Ekosistem Digital Bantu Pendidikan Anak Yatim
    Posindo Dirikan Pos Rehat 2019 selama Arus Mudik

    Editorial