web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Toleransi
    net Petugas Brimob mengamanan Misa Natal di Katedral

    Toleransi

    • Minggu, 25 Desember 2016 | 05:47:00 WIB
    • 0 Komentar

    HARI Raya Natal, dirayakan serentak oleh miliaran umat Kristian, termasuk di Indonesia, Minggu (25/12/2016).

    Perayaan Natal kali ini, agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, jelang Natal 2016, sejumlah peristiwa terjadi yang membuat sedikit kekhawatiran dari umat Kristiani dalam menjalankan ibadahnya, termasuk saat merayakan Natal.

    Rangkaian peristiwa tersebut, dimulai dengan mencuatnya kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama atau Ahom yang akhirnya mengundang unjuk rasa besar-besaran. Kasus ini menjadi perhatian umat Kristiani, karena kebetulan by Advertise" href="#94395204"> Ahok beragama Kristen.

    Di Kota Bandung, juga sempat terjadi ketegangan antarumat beragama, saat massa dari salah satu ormas Islam membubarkan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal 2016 di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Tamansai Kota Bandung, 6 Desember lalu. Syukurnya, kasus ini tidak berlanjut panjang, dan akhirnya Pemkot Bandung dan pihak kepolisian memberikan jaminan keamanan untuk menggelar kembali KKR di tempat yang sama, Jumat (23/12/2016) lalu.

    Satu lagi peristiwa yang cukup mengganggu kerukunan umat beragama, yakni rencana pengeboman yang akan dilakukan teroris pada perayaan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017. Beruntung pihak Kepolisian sigap, Densus 88 berhasil menangkap 3 terduga teroris di 3 tempat berbeda, Rabu (21/12/2016) lalu. Satu orang ditangkap dan 3 lainnya tewas dalam pengerebekan di Tangerang Selatan. Penangkapan yang dilakukan atas seorang terduga teroris di Payakumbuh, Sumatera Barat; dan seorang lagi di Deli Serdang, Sumatera Utara. Dari hasil pengerebekan, Densus menemukan sejumlah barang bukti bom yang rencananya akan digunakan sebagai bom bunuh diri pada perayaan Natal dan Tahun Baru.

    Kita bersyukur, perayaan Natal yang ditandai dengan misa malam Natal berjalan aman dan lancar tanpa gangguang berarti yang bisa mengurangi khidmatnya Natal. Di Kota Bandung, misalnya, dengan pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian dibantu anggota TNI, Ormas Islam, serta lapisan masyarakat lainnya, umat Kristiani bisa dengan leluasa tanpa ada kekhawatiran dalam merayakan hari kelahiran Yesus Kristus tersebut sehingga bisa lebih memaknai Natal.

    Hari Natal sejatinya dirayakan khusus oleh umat Kristiani. Namun, tidak berarti pemeluk agama lain tidak merasakan kegembiraan dan kebahagiaan di hari tersebut. Karena itu, tak salah jika umat berbagai agama yang paling tidak, diwakili para pejabat publik memberikan selamat dan mengunjungi gereja-gereja tempat digelarnya misa Natal.

    Seperti yang dilakukan unsur Muspida Jabar yang melakukan silaturahmi ke Gereja Katedral Santo Petrus, Jalan Merdeka Kota Bandung di malam menjelang datangnya Hari Raya Natal, Sabtu (24/12/2016) malam. Gubernur Jabar Ahmad Heryawan datang bersama Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan, dan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI M Herindra, serta jajaran masing-masing.

    Kedatangan 3 pimpinan di 3 instansi berbeda ini disambut Kepala Gereja Katedral Pastor Leo van Beurden, di tengah-tengah pelaksanaan misa Natal ke-2. Ketiga pimpina daerah ini juga berkunjung ke GKI Cikapayang, Jalan Cikapayang. Aher pun memastikan perayaan misa Natal di Jabar aman dan kondusif, termasuk di Kota Bandung. Menurutnya, seluruh masyarakat perlu menjunjung tinggi sikap toleransi dan menghormati antar umat beragama.

    Hal serupa dilakukan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Kang Emil berkunjung Gereja Van de Venter, Jalan Van de Venter; dan ke Gereja Paroki Santa Perawan Maria Sapta Kedukaan (SPMSK) di Jalan Pandu. Kepada umat Kristiani, Emil pun berjanji berjanji akan melindungi semua warganya, apapun golongannya, termasuk umat Kristiani dalam menjalankan ibadahnya.

    Kedatangan para petinggi ke gereja tersebut, selain sebagai penghormatan juga menyampaikan ucapan selamat kepada umat Kristiani yang merayakan Natal. Tentunya sebuah pemandangan indah, saat para pemimpin yang notabene berbeda keyakinan bisa duduk bersama dengan saling menghormati.

    Tentunya sikap yang ditunjukkan tersebut harus menjadi teladan bagi umat semua agama. Bahwa tak ada sekat-sekat agama dalam pergaulan bermasyarakat dan bernegara. Apalagi, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang menjunjung tinggi kebebasan beragama ini, semua warga negara bebas beragama dan menjalankan ajaran agamanya tanpa harus takut mendapat tekanan atau intimidasi dari pemeluk agama lainnya. Termasuk, intimidasi dari agama mayoritas terhadap minoritas.

    Pertentangan antaragama, tak by Advertise" href="#50251003"> boleh lagi ada di negeri ini. Karena, memeluk agama dan beribadah menurut agamanya merupakan hak asasi setiap manusia Indonesia yang dijamin dalam UUD 1945.

    Tentu akan sangat indah dan damai Indonesia ini, jika semua warganya bisa menjunjung tinggi toleransi. Juga turut berbahagia saat pemeluk agama lain merayakan hari raya keagamaannya. Karena kita semua memang satu, yakni warga negara Indonesia. Momen kasih Natal yang pada tahun ini semoga mengilhami seluruh masyarakat Indonesia akan indahnya kebersamaan. Selamat Hari Natal. (*)

    Oleh: deni mulyana sasmita / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Jadi Pribadi yang Lebih Baik di Tahun Baru 2020
    Teloransi, Kebersamaan dalam Perbedaan
    Teladani Semangat Pahlawan
    Tahun Baru Hijriah, Pererat Silaturahmi Toleransi
    Dirgahayu Republik Indonesia ke-74 Tahun

    Editorial



      Klasemen Liga Dunia

      Tim M Point
      1. Liverpool 12 34
      2. Leicester City 12 26
      3. Chelsea 12 26
      4. Manchester City 12 25
      Tampilkan Detail

      Klasemen Liga Indonesia

      Tim M Point
      1 Bali United 34 64
      2 Persebaya Surabaya 34 54
      3 Madura United 34 53