web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Ketua PSSI: Pelatih Punya Komitmen Raih Emas PON

    Ketua PSSI: Pelatih Punya Komitmen Raih Emas PON

    • Senin, 26 Januari 2015 | 20:22:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Ketua Asprov PSSI Jabar Duddy Sutandi mengaku lega setelah figur pelatih Tim Sepak Bola PON Jabar terpilih. Berdasarkan hasil seleksi, dipuutuskan Warta Kusuma akan menukangi tim sepak bola Jabar yang dibebani target meraih medali emas.

    Menurutnya, proses penjaringan figur pelatih PON sesuai dengan aturan main. Dimana yang terpilih memiliki kapabilitas menjadi pelatih dan memiliki komitmen kuat untuk meraih medali emas PON XIX/2016 Jabar mendatang.

    "Selama saya menyaksikan seleksi baik di saat pemaparan maupun praktek, semuanya memang memiliki kualitas yang bagus," ujar Duddy saat jumpa pers di Gedung Asprov PSSI Jabar, Jalan Lodaya Kota Bandung, Senin (26/1/2015)

    Adapun tim pelatih yang akan menukangi tim sepak bola Jabar dalam PON XIX 2016, yakni Warta Kusuma sebagai pelatih kepala, Mustika Hadi dan Asep Mulyana sebagai asisten pelatih, Boyke Adam sebagai pelatih penjaga gawang dan Dino Seprianto akan menangani masalah fisik.

    "Penilaian sangat ketat dan selektif berdasarkan berbagai kriteria yang dilakukan oleh para tim penilai. Selanjutnya, para pelatih yang telah ditetapkan akan langsung bekerja," katanya.

    Salah satu tugas utama pelatih terpilih, katanya adalah menjaring  calon pemain yang saat ini ada 80 pemain asal Jawa Barat yang telah siap untuk mengikuti seleksi hingga terjaring hanya 30 pemain. (*)

    Oleh: mukhlis dinilah / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    HUT ke-6 Tahun, JuaraNews Gelar Gerak Jalan Santai
    Kepala BPBD: Ubah Mindset Bupati/Wali Kota
    Aplikasi Pelayanan Publik Sapawarga Diluncurkan, RW Bisa Ngadu Langsung ke Gubernur
    Tersangka Kasus Meikarta Bartholomeus Toto, Layangkan Surat Perlindungan ke Presiden Jokowi
    Dikukuhkan Jadi Profesor, Keri Lestari: Inovasi Farmasi Klinik Lahirkan Interaksi Kesehatan