web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Perhatikan Nutrisi Bayi pada 1.000 Hari Pertama

    Perhatikan Nutrisi Bayi pada 1.000 Hari Pertama

    • Sabtu, 24 Januari 2015 | 07:20:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews - Periode 1.000 hari pertama kehidupan adalah masa yang paling krusial bagi anak. Terhitung sejak 270 hari selama dalam kandungan ibu, hingga 730 hari setelah anak lahir.

    “Kebanyakan masa depan anak –dan bahkan masa depan bangsa– ditentukan oleh kualitas gizi pada 1.000 hari pertama anak,” demikian kata Ricardo Caivano, Country Director dari Save The Children Indonesia.

    Istilah 1.000 hari pertama kehidupan sendiri mulai diperkenalkan pada 2010 sejak dicanangkannya gerakan scalling-up nutrition di tingkat global. Mengapa periode ini begitu penting?

    Periode tersebut amat penting karena pada masa ini otak mengalami tumbuh kembang dengan pesat. Agar anak dapat tumbuh dan berkembang optimal, semua kebutuhan dasarnya harus dipenuhi. Antara lain asupan nutrisi, kasih sayang, stimulasi, imunisasi, serta kebersihan.

    Kebutuhan yang tidak terpenuhi dalam periode 1.000 hari pertama kehidupan akan menimbulkan dampak bersifat permanen dan tidak dapat dikoreksi. Dampak tersebut tidak hanya pada pertumbuhan fisik, tetapi juga pada perkembangan mental, kecerdasan, dan perilaku anak.

    "Itulah sebabnya periode ini oleh para ahli kesehatan disebut sebagai window of opportunity dan diformulasikan sebagai konsep 1.000 hari pertama oleh Kementerian Kesehatan RI," ujar Dr dr Hartono Gunardi SpA(K), dokter spesialis anak tumbuh kembang FKUI.

    Untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak pada 1.000 hari pertamanya, ibu perlu memperhatikan asupan makanannya. Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif merupakan makanan terbaik bagi anak 0-6 bulan.

    "ASI mengandung nutrisi lengkap yang dibutuhkan anak seperti energi, protein, lemak, vitamin dan mineral serta komponen probiotik untuk kesehatan saluran cerna. Saat menginjak umur genap enam bulan, anak dapat diperkenalkan makanan pendamping ASI, dan sejak berumur genap satu tahun, anak dapat diberikan makanan padat dan susu pertumbuhan," papar Hartono.

    Menurut Dr dr Saptawati Badrasono, saat ini para ibu sudah banyak yang paham dan teliti dalam memilih bahan makanan, termasuk susu pertumbuhan untuk anak. Para ibu sudah biasa membaca label komposisi dan nilai gizi pada kemasan.

    "Namun, para ibu jangan hanya terfokus pada kandungan AA (arachidonic acid), DHA (docosahexaenoic acid), dan minyak ikan saja mereka percaya dapat membantu perkembangan otak anak. Jangan lupa, mencari kandungan prebiotik (semisal FOS) dan probiotik (semisal Lactobacillus paracasei ataupun Bifidobacterium Longum," ujarnya.

    Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang bila dikonsumsi dalam jumlah yang mencukupi dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan manusia. Keberadaan probiotik, atau bakteri baik, yang hidup dalam saluran cerna memberikan keuntungan bagi kesehatan anak.

    Probiotik bertugas sebagai pengisi barisan terdepan sistem pertahanan saluran cerna. Selain pada ASI, sumber probiotik dapat ditemukan pada dairy product, seperti yoghurt, keju dan susu pertumbuhan. (*)

    Oleh: deni mulyana sasmita / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Eksistensinya Makin Menurun, Pemprov Jabar Populerkan Kembali Seni Kasidah
    Kisah Pencipta lagu 'Permintaan Api Unggun’ tak Dapat Perhatian Pemerintah
    Rayakan Keluhuran Budaya Jabar lewat Karnaval, Musik, hingga Pameran
    Lestarikan Batik, Kepala OPD Pemprov Jabar Ikuti Fashion Show
    Tim Kesenian Rongga Budaya Dusun Bambu Memukau di ‘Festival Lembah Ijen’

    Editorial


    • Teladani Semangat Pahlawan
      Teladani Semangat Pahlawan

      HARI Minggu (10/11/2019) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.