web stats service from statcounter

Hot News


  • Jabar Minta Penambahan Kwota Haji
    Jabar Minta Penambahan Kwota Haji
    • 19 Juli 2019 | 06:28:00 WIB

    PEMERINTAH provinsi Jawa Barat terus mendorong penambahan kwota haji asal Jawa Barat pada musim haji tahun 2020.

Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Kendalikan Harga Beras, Bulog Segera Operasi Pasar

    Kendalikan Harga Beras, Bulog Segera Operasi Pasar

    • Jumat, 23 Januari 2015 | 10:33:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung – Menyikapi tetap tingginya harga besar di pasaran, Perum Bulog Divre Jabar segera melakukan Operasi Pasar Murah (OPM) di sejumlah kota/kabupaten.

    Kabid Pelayanan Publik  Perum Bulog Divre  Jabar Setio Wastono mengatakan, jumlah beras yang akan disebar sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Bulog sendiri tidak mempunyai kesulitan dalam menyediakan pasokan, karean hingga saat ini masih punya stok untuk kebutuhan 3-4 bulan kedepan, baik untuk raskin dan cadangan beras.

    "Stok Jabar Sekitar 138.000 ton. Sehingga itu cukup untuk OP," kata Setio saat mendampingi Gubernur Jabar Ahmad Heryawan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani Kota  Bandung, Kamis (22/1/2015).

    Setio menjelakan, beras untuk OP cukup bagus yaitu beras medium IR64. Nantnya beras tersebut akan dijual bulog di pasar pasar tradisional untuk dijual kemasyarakat dan para pedagang besar. Namun demikian untuk para pedagang beras sendiri itu ada aturan main yang harus dipatuhi.   Terlebih untuk para pedagang sendiri itu harus ada rekomendasi dari disperindag Jabar.

    OP ini, tandas Setio,  akan digelar di pasar-pasar tradisional setiap hari. Hal itu dilakukan  selama harga belum stabil dan ada kecenderung penurunan harga. Kalau ada penurunan harga beras di masyarakat, baru OP dihentikan.

    "Ini untuk masyarakat dan pedagang eceran. Kalau grosir harus ada rekomendasi dari indag. Kita akan siapkan mobil atau truk di pasar dan langsung jual ke konsumen. 1 truk berisi 6-8 ton, satu pasar 2 truk, atau pake pick up, kita batasi sesuai kebutuhan," paparnya.

    Kadisperindag Jabar Ferry Sofwan Arif menambahkan, rencana OP hanya untuk beras, karena harga komoditi lainnya, seperti minyak goreng dan tepung relatif stabil. OP beras sendiri sudah dilakukan di luar Bandung oleh Divre Bulog, sesuai imbauan Menteri Perdagangan.

    "Jadi tinggal OP di Kota Bandung dan beberapa yang belum. OP ini sasarannya di pasar-pasar tradisional. Pedagang juga boleh beli dan masyarakat umum. Supaya bisa menekan harga," katanya. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Pemprov Komitmen Akselerasi Investasi di Jabar
    Perusahaan Prancis Tertarik Berinvestasi di Jabar
    Investor Luar Negeri Lirik Potensi Ekonomi Jabar
    Pemprov Tawarkan LRT di Forum Investasi London
    Dukung BIJB, Cisumdawu Ditargetkan Selesai 2020

    Editorial