web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Murder One Lagu untuk Lemmy Kilmister

    Murder One Lagu untuk Lemmy Kilmister

    • Selasa, 22 November 2016 | 16:17:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews – Lemmy Kilmister, pendiri band Motörhead adalah legenda musik. Kiprah Lemmy terhadap musik di Inggris dan Amerika Serikat sangat besar. Gaya berpakaian dan bersikap musisi yang meninggal pada 28 Desember 2015 di Los Angeles, California, Amerika Serikat itu, banyak ditiru musisi muda.

    Lantaran sosok Lemmy Kilmister sangat besar di blantika musik dunia, Metallica mempersembahkan satu lagu Murder One untuk mengenang dan menghomati rocker asal Inggris itu. Murder One merupakan salah satu lagu andalan dari album terbaru Metallica, Hardwired…To Self Destruct.

    “Dia (Lemmy) banyak membantu kami. Dia tak pernah merasa takut. Dia punya karakter kuat. Dia melakukan banyak hal hingga napas terakhir. Siapapun Anda, bagaimana mungkin tidak terinspirasi oleh orang seperti itu,” kata James Hetfield, vokalis/gitaris Metallica.

    Lagu Murder One dilengkapi dengan video musik yang sangat menarik. Sebuah animasi yang mengisahkan perjalanan hidup Lemmy Kilmister. Pada 1975, Lemmy tiba di perbatasan Canadian-Amerika Serikat bersama bandnya, Hawkwind. Tampak Lemmy membawa bas dan menyalakan cerutu. Video animasi itu didominasi warna merah dan hitam.

    Sekadar untuk diketahui, Lemmy meninggal dunia empat hari setelah merayakan ulang tahun ke 70 lalu. Lemmy dikabarkan menderita kanker ganas yang menggerogoti kesehatannya selama beberapa tahun terakhir.  Lemmy Kilmister lahir di Burslem, Stoke-on Trent, Staffordshire, Inggris pada 24 Desember 1945 dengan nama asli Ian Frasher Kilmister. Dia dibesarkan di North Wales.

    Lemmy terkenal dengan lagu Ace of Spades, Snaggletooth, Overkill, The Game, Orgasmatron, Killed by Death, King of Kings, Bomber, Iron Fist, Born to Raise Hell, Rock Out, Whorehouse Blues, Brotherhood of Man, Love Me Forever, I Ain’t No Nice Guy, dan Heartbreaker.

    Pada 1972, Lemmy bergabung dengan band Hawkwind sebagai pencabik bas. Bersama Hawkwind, Lemmy menelurkan empat album. Namun pada 1975 Lemmy dipecat lantaran kecanduan obat terlarang dan alkohol. Padahal Lemmy lah yang mengangkat nama Hawkwind lewat lagu Silver Machine yang dinyanyikannya.

    Tak lama kemudian masih pada 1975, Lemmy bangkit dari keterpurukan dengan membentuk band Bastard bersama Larry Wallis (gitaris) and dramer Lucas Fox. Mereka kemudian mengubah nama band menjadi Motörhead. Dua tahun kemudian (1977), Motörhead ganti personel, Lemmy tetap sebagai pencabik bas dan vokalis, gitar Eddie Clarke dan dramer Phil “Philthy Animal” Taylor.

    Mereka merilis lagu Motörhead, versi lain dari Old Parole, lagu ciptaan Lemmy saat masih di Hawkwind. Kesuksesan menghampiri Motörhead setelah mereka menelurkan tiga album legendaris, Overkill, Bomber, dan Ace of Spades.

    Setelah Lemmy tiada, Motörhead tak akan lagi menggelar tur konser dan merilis album. Phil Cambell (gitaris) dan Mikkey Deee (dram), dua personel yang bergabung sejak 1986, menyatakan, Motörhead tamat. “Motörhead telah berakhir. Lemmy adalah Motörhead. Kami tidak akan tur atau apapun. Juga tidak akan menelur album rekaman. Namun, band ini akan tetap hidup dan dikenang selamanya. Lemmy tetap tinggl di hati semua orang,” kata Mikkey.

    Mikkey Dee mengemukakan, selama hidup, Lemmy mencurahkan seluruh energinya untuk bermusik dan menyapa penggemar. Semua itu membuat dia lelah dan dihinggapi peyakit. Namun Lemmy masih mampu menuntaskan tur konser keliling di Eropa pada 2015. "Sangat tidak bisa dipercaya. Saya merasa beruntung bisa bersama Lemmy dalam beberapa tahun terakhir," ujar Phil. (*)

     

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Duta Besar Swedia Kolaborasi dengan Budi Dalton
    Terbukti Bersalah, Vanessa Divonis 5 Bulan Penjara
    2020 Produk Timberland 100 % Gunakan Daur Ulang
    Reopening Lois Jeans di Mall BIP Bandung
    KPID Jabar Batasi Pemutaran Lagu Berkonten Dewasa

    Editorial