web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Unik, Enter Sandman Diiringi Alat Musik Mainan

    Unik, Enter Sandman Diiringi Alat Musik Mainan

    • Sabtu, 19 November 2016 | 15:54:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews – Pembawa acara talkshow konang, Jimmy Fallon mengajak personel band Metallica memainkan lagu Enter Sandman menggunakan alat musik anak-anak.

    Hasilnya cukup unik. Meski diiringi pianika, ukulele, dram, bas, gitar, clarinet, dan terompet mainan, lagu Enter Sandman yang dibawakan Jimmy Fallon, James Hetfield, Lars Ulrich, Robert Trujillo, dan Kirk Hammett dalam sesi Classroom Instruments itu, sangat menghibur.

    Jimmy Fallon memang memiliki cara unik dan keren dalam mengemas The Tonight Show Starring Jimmy Fallon. Musisi, baik penyanyi maupun band, yang diundang pasti diajak untuk meng-cover lagu mereka diiring dengan alat musik mainan.

    Sebelum Metallica, Jimmy Fallon pernah mengundang Adele, Meghan Trainor, dan Mariah Carey. Mereka pun wajib membawakan lagu andalan dengan iringan Classroom Instruments ditemani oleh band hip hop The Roots yang merupakan home band acara bincang-bincang tersebut.

    Diketahui, saat ini Metallica tengah mempromosikan album terbaru, Hardwire…to Self Destruct yang dirilis pada 18 November 2016 lalu. Band asal Los Angeles, Amerika Serikat ini dijadwalkan menggelar konser promo di Singapura pada 22 Januari 2017. Sebelum ke Singapura, Metallica akan mengguncang Seoul, Korea Selatan pada 11 Januari 2017.

    Beberapa waktu lalu, Metallica memperkenalkan lagu Atlas, Rise!, yang merupakan singel ketiga di album tersebut. Lagu berdurasi enam menit tersebut hadir dengan video klip yang memperlihatkan para personel band metal asal Los Angeles, Amerika Serikat ini, tengah berkutat di studio rekaman. Tampak gitaris Kirk Hammett menyetel gear untuk gitarnya, "Peter Green" Les Paul.

    Sebelumnya, Metallica meluncurkan lagu Hardwired dan Moth Into Flame pada September 2016 dini hari. Video musik Moth Into Flame yang diawali dengan seekor serangga hingga di layar televisi itu disutradarai oleh Tom Kirk.

    “Kami kembali!! Selamat datang Moth Into Flame, trak nomor dua dari album Hardwired…To Self-Destruck. Kami meluncurkan video musik ini saat nongkrong bareng sahabat kami Howard Stern di studio music di New York,” kata James Hetfield, vokalis/gitaris Metallica.

    Sekadar diketahui, Hardwired…To Self-Destruck adalah album yang sangat ditunggu-tunggu penggemar setelah delapan tahun lamanya, Metallica tak menelurkan album baru sejak terakhir merilis album Death Magnetic (2008).

    Hardwired…to Self Destruction diproduseri oleh Greg Fidelman, James Hetfield, dan Ulrich. Album baru itu berisi 12 lagu baru, termasuk Hardwired, tersedia dalam berbagai format, meliputi dua CD, vinil edisi regular-deluxe, digital, dan box-set spesial. "Kami telah siap meluncurkan album untuk penggemar. Kami meramu album ini selama 18 bulan terakhir dan menghidupkan kembali mesin kreatif," kata Ulrich kepada situs musik metal Blabbermouth.

    Selain Hardwired, album Hardwired ... to Self Destruct juga memuat lagu Atlas Rise!, Now That We"re Dead, Mouth Into Flame, Am I Savage?, Halo On Fire, Confusion, Dream No More, ManUNkind, Here Comes Revenge, Murder One, dan Spit Out The Bone.

    Sedanngkan di edisi deluxe, Metallica menambahkan 14 lagu lain. Yakni, Lords Of Summer, Riff Charge (Riff Origins), N.W.O.B.H.M. A.T.M. (Riff Origins), Tin Shot (Riff Origins), Plow (Riff Origins), Sawblade (Riff Origins), RIP (Riff Origins), Lima (Riff Origins), 91 (Riff Origins), MTO (Riff Origins), RL72 (Riff Origins), Frankenstein (Riff Origins), CHI (Riff Origins), dan X Dust (Riff Origins). (*)

     

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    De Majestic jadi Pusat Seni dan Budaya Jabar
    Duta Besar Swedia Kolaborasi dengan Budi Dalton
    Terbukti Bersalah, Vanessa Divonis 5 Bulan Penjara
    2020 Produk Timberland 100 % Gunakan Daur Ulang
    Reopening Lois Jeans di Mall BIP Bandung

    Editorial