Bio Farma Uji Emisi 1750 Kendaraan

Bio Farma Uji Emisi 1750 Kendaraan

  • Kamis, 22 Januari 2015 | 16:00:00 WIB
  • 0 Komentar

JuaraNews, Bandung - Bekerjasama dengan Asosiasi Bengkel Kendaraan Indonesia (Asbekindo) dan Dinas Perhubungan Kota Bandung, PT Bio Farma (Persero) melaksanakan uji emisi kendaraan roda empat dan roda dua. Uji emisi dilakukan bagi seluruh kendaraan operasional perusahaan dan kendaraan pribadi milik karyawan Bio Farma pada tanggal 20–21 Januari 2015. Sedangkan untuk kendaraan roda dua akan dilaksanakan pada awal Februari 2015 mendatang.

Kegiatan uji emisi ini sudah rutin digelar sejak tahun 2010 yang merupakan upaya untuk mengukur emisi gas buang dari kendaraan bermotor yang berbahan bakar bensin dan solar dengan menggunakan alat khusus, Gas Analyzer. Kegiatan ini pun menjadi bagian dari pelestarian lingkungan yang dilakukan Bio Farma untuk menciptakan green office sekaligus mengurangi kadar emisi gas buang di lingkungan perusahaan.

Implementasi green office yang dilaksanakan Bio Farma, merupakan penyesuaian terhadap tantangan yang dihadapi oleh industri farmasi secara global, yang mendapatkan tantangan untuk menyajikan sesuatu yang lebih 'hijau'. Bio Farma berpandangan, dimasa yang akan datang, industri farmasi akan dihadapkan dengan isu lingkungan. Pasalnya, lingkungan yang ada sekitar perusahaan adalah benteng pertama yang akan terkena dampak dari kegiatan produksi. Untuk itu, Bio Farma terus berupaya melalui berbagai kebijakan dan inistiatif penerapan green pada seluruh aspek produksi, termasuk mengupayakan penggunaan energi yang lebih efisien, pengelolaan limbah dan penghematan sumber daya pada semua aktivitas perusahaan

Head of Corporate Communications Bio Farma, N.Nurlaela menuturkan, pada tahun 2015, ditargetkan sekitar 750 unit kendaraan roda empat, 950 unit roda dua dan 50 unit kendaraan operasional akan mengikuti uji emisi ini. "Total sekitar 1750 kendaraan roda empat dan roda dua yang akan mengikuti uji emisi ini. Dari kegiatan ini, kami berharap semua kendaraan yang masuk ke lingkungan Bio Farma adalah kendaraan yang memiliki kadar gas buang dibawah stadar yang telah ditetapkan," ujar Nurlaela.

Selain itu, lanjut Nurlaela, keuntungan menurunkan kadar emisi gas buang kendaraan adalah kinerja mesin kendaraan meningkat sehingga aman dan nyaman dikendarai, konsumsi bahan bakar lebih hemat, komponen kendaraan lebih tahan lama serta berkontribusi terhadap penurunan kadar polusi udara.

Head of CSR & General Affair R. Herry menambahkan, kendaraan yang lolos uji emisi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5/MENLH/8/2006 dan Peraturan Walikota Bandung No. 572 Tahun 2010 Tentang Pengujian Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor adalah kendaraan yang memiliki beberapa kriteria.

Pertama, untuk kendaraan bermotor roda empat (kategori M, N dan O), kendaraan berpenggerak motor bakar cetus api (bensin), untuk kendaraan dengan tahun pembuatan dibawah 2007, parameter karbonmonoksida (CO) harus di bawah 4,5% dan hidrokarbon (HC) 1200 ppm. Sedangkan untuk tahun pembuatan lebih dari 2007, CO harus di bawah 1,5% dan HC 200 ppm. "Khusus untuk berpenggerak motor bakar penyalaan kompresi (diesel), untuk kendaraan dengan bobot GVW Kurang dari 3,5 ton dan tahun pembuatan kurang dari 2010, parameter opasitas harus di bawah 70% dan lebih dari 2010 40%. Adapun untuk diesel bobot GVW lebih dari 3,5 ton dan tahun pembuatan kurang dari 2010, opasitas harus di bawah 70% dan lebih dari 2010 50%," ujar Herry.

Kedua, kendaraan bermotor roda dua (kategori L) untuk tahun pembuatan kurang dari 2010 dan kategori sepeda motor 2 langkah, parameter CO harus di bawah 4,5% dan HC 12000 ppm. Sedangkan untuk kategori 4 langkah, parameter CO harus di bawah 5,5% dan HC 2400 ppm. Adapun untuk tahun pembuatan lebih dari 2010, baik sepeda motor 2 langkah maupun 4 langkah, keduanya harus memenuhi parameter CO di bawah 4,5% dan HC 2000 ppm.

"Nantinya, kendaraan–kendaraan yang lulus uji emisi akan disediakan ruang parkir khusus yaitu di Gedung Publik II, yang pada tahun 2014 yang lalu, dinobatkan sebagai Gedung Paling Hemat Energi oleh Kementerian ESDM," tandasnya. (*)

Oleh: ageng rustandi / ang

0 Komentar

Tinggalkan Komentar


Cancel reply

0 Komentar


Tidak ada komentar

Berita Lainnya


Rupiah Menguat di Tengah Wabah Virus Corona
Pos Indonesia Terapkan Protokol Antisipasi Penyebaran Corona
Antispasi Serangan Virus Corona, Bank BJB Berlakukan Work Form Home
PLN Tetap Siaga Menjaga Pasokan Listrik Masyarakat, di Tengah Merebaknya Covid-19
RUU Cipta Kerja Diperlukan untuk Antisipasi Peningkatan Angka Pengangguran

Editorial