Hot News


JN-TAM

Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Menghargai Jasa Pahlawan Bangsa
    net Monumen Bandung Lautan Api di kawasan Tegallega

    Menghargai Jasa Pahlawan Bangsa

    • Kamis, 10 November 2016 | 02:50:00 WIB
    • 0 Komentar

    HARI Kamis (10/11/2016) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar. Untuk pertama kalinya sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 milisi nasionalis Indonesia melancarkan perlawanan bersenjata dalam skala besar untuk menghalau pasukan Belanda, yang mendompleng pasukan Sekutu, dari Surabaya. 

    Diperingati 10 November sebagai Hari Pahlawan memang dilatarrbelakangi terjadinya pertempuran hebat di Surabaya antara rakyat Indonesaia dengan tentara NICA yang diboncengi Belanda. Mantan pimpinan tertinggi Pemuda Republik Indonesia (PRI) Sumarsono yangj juga ambil bagian dalam peperangan tersebut, mengusulkan kepada Presiden Soekarno untuk menetapkan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan.

    Peristiwa peperangan yang berlangsung di Kota Pahlawan itu jadi legitimasi peran prajurit dalam usaha memerdekakan Indonesia. Menjadikan nilai kepahlawanan tercanang pada sebuah perjuangan untuk menghadapi agresi militer, dan guna memobilisasi kepahlawanan dengan militeristik.

    Tidak ada data akurat tentang jumlah pejuang kita yang gugur dalam peristiwa yang heroik itu. Yang pasti banyak sekali. Dan itu kata yang paling pas untuk menghitungnya. Karena nilai-nilai kepahlawanan memang tidak mengenal angka.

    Dalam kamus besar bahasa Indonesia, pahlawan didefinisikan sebagai orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau sebagai pejuang yang gagah berani. Gelar Pahlawan Nasional Indonesia sendiri diberikan kepada mereka yang berjasa kepada negara, dan mereka yang berjuang dalam proses untuk kemerdekaan.

    Jumlahnya cuma -atau baru- 171 orang, termasuk 3 nama yang baru ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo pada peringatan Hari Pahlawan tahun ini. Ketiganya yakni yakni tokoh Nahdlatul Ulama Alm KHR As'ad Syamsul Arifin, Alm Mayjen TNI (Purn) Andi Mattalatta, dan Alm Letkol inf Mohammad Sroedji.

    Kenapa cuma 171? Kalau kata orang bijak kepahlawanan tidak mengenal angka, ya sebaiknya kita mafhum. Karena faktanya memang negeri ini tidak pernah kekurangan pahlawan. Begitu banyak saudara kita yang gugur dalam peperangan: lahir dan batin. Setelah penjajah hengkang, mereka berperang melawan kemiskinan, kebodohan, kemasabodohan dan keserakahan kekuasaan.  

    Kini, 71 tahun sejak 10 November 1945, semestinya kita sudah memasuki tahap tinggal menikmati manisnya hasil perjuangan mereka yang rela berkorban dalam peristiwa bersejarah dan berdarah-darah itu. Tapi, apa lacur. Pengorbanan mereka nyaris sia-sia. Kita masih terjajah kalau 60% dari apa yang kita makan masih impor. Kita masih terbelenggu jika sebagian besar kekayaan negara dikuasai orang asing.

    Kita juga belum bisa bilang merdeka jika dalam beberapa hari menjelang peringatan Hari Pahlawan ini banyak saudara kita sedang yang harus berjuang mati-matian untuk menyambung hidup. Dan banyak anak-anak Indonesia yang tidak bisa mengenyam pendidikan layak karena tidak adanya biaya.

    “Bangsa yang besar ialah bangsa yang menghargai dan menghormati jasa pahlawannya”. Setidaknya semangat para pahlawan ini bisa menginspirasi para generasi muda bangsa dalam membangun negeri ini.

    Memang saat ini masyarakat Indonesia tidak lagi harus melawan penjajah seperti halnya para pahlawan zaman kemerdekaan dulu. Karena itu, sekarang tugas untuk para penerus bangsa ini adalah memberikan arti baru mengenai kepahlawanan untuk mengisi kemerdekaan Indonesia.

    Kita wajib menghargai jasa-jasa pahlawan tersebut dan melanjutkan misi pahlawan Indonesia, yakni dengan membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi di segala bidang. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Berdamai atau Hidup Tanpa Corona
    Jadi Pribadi yang Lebih Baik di Tahun Baru 2020
    Teloransi, Kebersamaan dalam Perbedaan
    Teladani Semangat Pahlawan
    Tahun Baru Hijriah, Pererat Silaturahmi Toleransi
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Klasemen Liga Dunia

      Tim M Point
      1. Liverpool 12 34
      2. Leicester City 12 26
      3. Chelsea 12 26
      4. Manchester City 12 25
      Tampilkan Detail

      Klasemen Liga Indonesia

      Tim M Point
      1 Persib Bandung 3 9
      2 Bali United 3 7
      3 PSIS Semarang 3 6