web stats service from statcounter

Jadwal Liga


    Daftar Pemain


    • DAFTAR PEMAIN PERSIB MUSIM 2019
      DAFTAR PEMAIN PERSIB MUSIM 2019

      DALAM mengikuti kompetisi Liga 1 Indonesia 2019, tim Persib Bandung berkekuatan 31 pemain. Berikuti ini daftar lengkapnya.

      Editorial


        Hot News


        Perlu Kontijensi Bencana dalam Penanganan Banjir
        net

        Perlu Kontijensi Bencana dalam Penanganan Banjir

        • Selasa, 25 Oktober 2016 | 06:38:00 WIB
        • 0 Komentar

        JuaraNews, Bandung - Ketua Umum Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Prof Dr Sudibyakto menekankan pentingnya rencana kontijensi bencana banjir kota dalam penanganan bencana banjir.

        Sejauh ini, menurut Sudi, Pemkot Bandung belum membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instrumen kelembagaan lainnya yang terkait dengan kebencanaan.
        "Meskipun sudah sering dilakukan pelatihan kebencanaan (kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan kembali termasuk relokasi) oleh banyak pihak, namun belum satu kesatuan terintegrasi dalam Rencana Kontijensi (Rekon) dan Rencana Operasi (Renop) serta Pengadaan yang efektif Sistem Peringatan Dini Cuaca Ekstrim (Accuweather dan Info BMKG) yang berbasis masyarakat," papar Sudi menanggapi terjadinya banjir bandang yang menerpa sejumlah jalan di Kota Bandung, Senin(24/10/2916) yang menimbulkan korban jiwa dan material dari masyarakat.
        .
        Sudi pun menegaskan perlunya dilakukan review dan evaluasi spasial terhadap Rencana Detil Tata Ruang Kota Bandung dalam skala besar dalam menangani bencana banjir yang rutin menimpa Kota Bandung.

        Menurutnya, review dan spasial dalam skala besar, yakni 1:5000 atau 1:10.000 secara menyeluruh dan bertahap tersebut sesuai dengan denga visi Kota Bandung. Hal tersebut sebagai upaya dalam penegakan hukum pada pengelolaan lahan. "Penegakan aturan peruntukan lahan menjadi suatu kebutuhan agar Bandung bebas banjir di kemudian hari," ujar Sudi dalam pernyataan persnya yang diterima JuaraNews, Senin (24/10/2016).

        Selain itu, Sudi menilai masyarakat kota termasuk para pimpinan wilayah harus berubah menjadi pelaku/aktor dalam mengurangi risiko banjir kota (community‐based flood risk management). Hal tersebut haus dilakukan secara serentak dan berkesinambungan dengan fokus pada perbaikan ekosistem kota (sustainable eco‐based disaster management).

        Sudi sendiri menilai bencana banjir pada Senin (24/10/2016) kemarin merupakan banjir yang paling parah sejak 10‐20 tahun terakhir. Banjir Kota (Urban Flood) semacam ini hampir selalu mengancam kota‐kota besar di Indonesia.  Lebih‐lebih secara geomorfologi, Kota Bandung berupa cekungan yang dikelilingi oleh banyak pegunungan di sekitarnya.  Sebagai satu kesatuan sistem hidrologis dimana semua air hujan yang jatuh di atasnya akan mengalir melalui sistem sungai dan sistem drainase kota menuju ke single outlet dan akhirnya sebagian besar menuju ke sungai dan Waduk Saguling, Waduk Cirata, dan Waduk Jatiluhur.

        "Adanya tiga waduk besar dalam satu sistem DAS tersebut dapat mengurangi risiko banjir di bagian hilir DAS Citarum seperti Purwakarta dan sekitarnya," ucapnya.

        Soal penyebab banjir, Sudi menyampaika 3 hal faktor. Yakni faktor hidrometeorologi (cuaca), kondisi biogeofisik permukaan lahan, dan faktor manusia.  Hujan dengan intensitas sangat tinggi (>60 mm/jam) berlangsung singkat akan menyebabkan kemampuan lahan tidak mampu menyerap (infiltrasi) lebihan air hujan (excess rainfall), sehingga kapasitas infiltrasi tanah ebih kecil daripada intensitas hujan.  

        "Karena curah hujan berlangsung sangat singkat, intensitas sangat tinggi dan merata kejadiannya, akan menyebabkan debit sungai dan saluran drainase kota terlampaui, sehingga terjadi banjir besar yang mampu menerjang apa saja yang dilewatinya. Sistem drainase Kota Bandung yang bertopografi miring mendukung sistem pengatusan banjir,sehingga banjir berlangsung cepat," bebernya.

        Perubahan tata guna lahan dan wilayah hulu DAS Citarum juga berpengaruh besar terhadap banjir Kota Bandung.  Urbanisasi dan munculnya kompleks perumahan kumuh di sepanjang sungai pun menyumbang debit banjir.  "Ada korelasi positip antara pertambahan jumlah penduduk kota dan frekuensi banjir," pungkasnya. (*)

        den

        0 Komentar

        Tinggalkan Komentar


        Cancel reply

        0 Komentar


        Tidak ada komentar

        Berita Lainnya


        KCIC Benarkan Pekerjanya Terjangkit Virus Corona
        Budiman Ungkap Jejak Legenda Persib dari Lembang
        Zlatan Ibrahimovic, Sihir Baru AC Milan
        Supardi Butuh Waktu Kembalikan Kebugaran Tubuhnya
        Persib Bandung Mulai Latihan dengan Freeletics

        Klasemen Liga Indonesia

        Tim M Point
        1 Bali United 34 64
        2 Persebaya Surabaya 34 54
        3 Madura United 34 53