web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Borong 4 Emas, Ninik Fokus Pelatnas Asean Games
    PB PON PEPARNAS

    Borong 4 Emas, Ninik Fokus Pelatnas Asean Games

    • Minggu, 23 Oktober 2016 | 11:29:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung -  Ninik Umardyani (50) menunjukkan kelasnya. Dia yang sudah merasakan ketatnya persaingan di PON XIX memborong empat keping emas dari nomor recurve panahan Peparnas XV/2016 di Lapangan Pajajaran Bandung, Sabtu (22/10/2016).

    Raihan tersebut membuatnya tampil sebagai pengumpul medali terbanyak di sektor putri. Sebuah prestasi yang membanggakan. Kendati demikian, pemanah asal DI Yogyakarta itu tak mau jemawa.

    "Saya sangat bersyukur, ini semua bisa terjadi karena saya diberi nikmat sehat sehingga memungkinan semuanya ini terjadi," katanya.

    Dia mengatakan, empat emas yang didapat sesuai target. Meski begitu, dia enggan larut dengan prestasi yang baru dibuatnya. Bahwa kemenangan itu bakal dirayakan pasti dilakukan. Hanya, dia mengaku tak mau berlama-lama menikmatinya pasalnya ada kepercayaan yang harus mulai dijawab.

    "Saya dapat panggilan pelatnas. Pemusatan mulai digelar 5 November mendatang di Solo untuk kesiapan menghadapi ASEAN Para Games 2017 di Malaysia. Saya tentu harus kerja keras kalau ingin meraih prestasi," katanya.

    Dengan empat emas yang mengalung di lehernya, usai upacara penghormatan pemenang, dia menjadi buruan penggemar yang ingin berfoto bersama.

    Sebelum terjun ke panahan, Ninik adalah seorang atlet lempar cakram yang juga kerap turun di Peparnas. Kali terakhir, dia tampil di Kaltim 2008. Seiring usia, dia merasa pemilihan cabang olahraga yang diikutinya mesti menjadi pertimbangan.

    Panahan kemudian jadi pilihan saat usianya menginjak 42 tahun. Keindahan seni dalam membidik itu menarik minatnya. Dengan modal power sebagai bekas atlet lempar cakram, dia yakin energinya bisa lebih optimal dalam penggunaan alat. Selebihnya tinggal mengasah feeling saat melepas panah ke sasaran.

    Hanya, imajinya tak semudah membalik telapak tangan. Busur dan anak panah yang menjadi mainan barunya ternyata membutuhkan kerja keras.

    "Saya sempat frustrasi. Kok ternyata susah, padahal hanya sekadar mengarahkan anak panah. Tiga bulan, perasaan saya tak karuan. Untunglah, teman-teman terus memberi motivasi. Saya pun bertekad kuat karena sudah banyak waktu dan tenaga yang dicurahkan untuk mempelajarinya," katanya.

    Totalitasnya tak percuma. Istilah dia, latihannya kejar tayang. Apalagi kunci permainannya sudah bisa dipegang. Pintu pun semakin lebar baginya untuk menunjukkan kiprah.

    Kemampuan memanahnya benar-benar langsung melesat. Saat turun di ASEAN Para Games 2011 di Solo, dia langsung menggondol medali perak dan perunggu. Setahun kemudian, dia menyumbangkan emas di Peparnas Riau bagi Yogyakarta.

    Keputusannya untuk berkompetisi dengan peserta normal juga karena hasratnya akan panahan yang terus menggebu-gebu. Dia merasa hasil latihannya belum optimal karena belum menemukan parameter yang tepat untuk menilai kerja kerasnya. Ilmu panahnya sejauh mana, belum bisa diukur. Terlebih pada pertandingan resmi. Kejuaraan di lingkup paralimpik pun terbatas. Lain halnya di kejuaraan yang diikuti peserta normal. Kejuaraan bisa berlangsung tiap tiga bulan.

    "Di Peparnas XV, kemampuan pesertanya sebenarnya bagus-bagus tapi mereka kurang jam terbang. Lain halnya kalau kita ikut banyak kejuaraan, kita bisa mengevaluasi akan kemampuan kita sehingga peluang berkembang pun terbuka," katanya yang akan tampil di nomor recurve Peparnas XV.

    Dengan semangat itu pula, Ninik tak lagi canggung berkompetisi dengan peserta normal. Termasuk harus berjalan sendiri mengambil anak panahnya ke tujuan saat tampil di PON XIX. Karena dia sadar, diperlukan langkah melampaui batas untuk merasakan sensasi yang sebelumnya belum pernah dirasakan.

    Ajang PON sudah diselaminya sebelum mulai menata kembali bidikan lainnya yang lebih tinggi lagi gengsi di kejuaraan lainnya terutama Paralympic 2020. ASEAN Para Games akan menjadi tangga pertamanya meraih tiket tersebut.(*)

    Oleh: ude gunadi / ude

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Libas Persipura 5-1, PSM Kokoh di Puncak Klasemen
    Ribuan Siswa SMU di Bandung Saksikan Penutupan
    NPCI SOLO: Pepernas XV/2016 Jawa Barat Luar Biasa
    Hujan, Peserta Penutupan Peparnas Gunakan Mantel
    Menteri Sosial Tutup Peparnas XV / 2016

    Perolehan Medali Asian Games 2018

    Tim Total Medali
    1. China 289
    2. Jepang 205
    3. Korea Selatan 177
    4. INDONESIA 98
    Lihat Selengkapnya

    Editorial


      Klasemen Liga Dunia

      Tim M Point
      1. Liverpool 12 34
      2. Leicester City 12 26
      3. Chelsea 12 26
      4. Manchester City 12 25
      Tampilkan Detail

      Klasemen Liga Indonesia

      Tim M Point
      1 Bali United 34 64
      2 Persebaya Surabaya 34 54
      3 Madura United 34 53