web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Praktik Pungli di Dishub Garut Dikeluhkan Warga
    net

    Praktik Pungli di Dishub Garut Dikeluhkan Warga

    JuaraNews, Garut - Praktik pungutan liar (pungli) diketahui terjadi di lingkungan Dinas Perhubungan Kabupaten Garut. Pungli itu terjadi saat salah seorang warga hendak mengurus perpanjangan KIR, Izin SIPA dan Bongkar Muat, dimana petugas meminta uang sebesar Rp 350.000 untuk pengurusannya.

    "Beberapa hari lalu atau tepatnya tanggal 07 Oktober 2016, saya hendak memperpanjang KIR, SIPA dan bongkar muat. Tapi sampai di Dinas Perhubungan ditawari petugas dan meminta biaya sebesar Rp 350 ribu untuk semua pengurusan tersebut," kata salah serorang warga Desa Tanjungkarya, Kecamatan Samarang, Garut, Selasa (18/10/2016).

    Akan tetapi etelah menunggu beberapa lama, lanjutnya, hanya KIR yang selesai pengurusannya. Sedangkan yang lainnya masih belum selesai. Ketika hal ini ditanyakan petugas tersebut memberi kabar melalui SMS kalau SIPA dan bongkar muat sudah selesai. “Tapi saat akan diambil jawabannay belum selesai,” sabungnya.

    Akibat belum selesainya pengurusan SIPA dan bongkar muat, dalam menarik barang dia kerap membayar sedikitnya Rp150 ribu pada petugas yang berada di Jalan. Hal tersebut  dilakukan untuk pengamanan. Dirinya pun mengaku menerima tawaran dari oknum petugas itu karena tidak mau ribet dalam melakukan pengurusan.

    Kondisi ini sangat disayangkan mengingat baru satu hari Bupati Garut Rudy Gunawan, menyoroti empat dinas yang rawan melakukan praktik pungutan liar (Pungli), yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, BPMPT, DPPKA dan Dinas Perhubungan. Ternyata dugaan itu benar adanya walaupun untuk menangkap tangan langsung pelaku pungli sulit dilakukan. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Seorang Tewas dan Ratusan Rumah Rusak akibat Gempa
    Puan: PKH Jangan Dipakai Jajan atau Beli Pulsa
    Perpres Dana Abadi Pendidikan Segera Dituntaskan
    Peringatan Tsunami Dicabut, Warga Diminta Kembali
    Jabar Diguncang Gempa, Warga Diimbau Jauhi Pantai
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google