web stats service from statcounter

Hot News

  • Vlado Ajak Rekan-rekannya Bangkit
    Vlado Ajak Rekan-rekannya Bangkit
    • 24 April 2017 | 06:13:00 WIB

    VLADIMIR Vujovic mengaku hasil imbang pada laga tandang perdana Liga 1 2017 menghadapi PS TNI, Sabtu (22/4/2017) lalu, sangat mengecewakan.

Inspirasi

    Amblas, Jalan Alternatif Garut-Sumedang Lumpuh
    net

    Amblas, Jalan Alternatif Garut-Sumedang Lumpuh

    • Selasa, 18 Oktober 2016 | 20:50:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Sumedang - Jalan penghubung antara Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang di Desa Cirapuhan, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, ambles. Amlasnya jalan tersebut sudah terjadi sejak Jumat (14/10/2016) sedalam sekitar satu meter.

    Diduga amblasnya jalan tersebut diakibatkan pergerakan tanah karena curah hujan yang tinggi. Sebab di sekitar Kampung Pasirkadu RT 02/03, Desa Cirapuhan, juga mengalami pergerakan tanah sepanjang 150 meter.

    “Kejadian itu diketahui warga saat akan melintas jalan tersebut pada Jumat lalu seusai subuh,” tutur salah seorang warga Pasirkadu, Dadang.

    Dirinya khawatir jika amblasnya jalan itu semakin dalam mengingat saat ini cuarah hujan sangat tinggi. Apalagi di sekitar juga terdapat beberapa rumah yang bisa terdampak jika pergeseran tanah semakin meluas.

    Kepala Desa Cirapuhan Nandang Supendi mengungkapkan pergerakan tanah yang terjadi di wilayahnya membuat akses jalan menuju Sumedang terputus. Menurutnya, Desa Cirapuhan berbatasan langsung dengan Sumedang dan itu menjadi jalur alternatif yang sering digunakan oleh warga.

    “Jalannya turun satu meter jadi praktis kendaraan tidak bisa melintas sampai sekarang,” tuturnya.

    Di dekat lokasi pergerakan tanah terdapat 12 rumah warga yang bisa saja terdampak kejadian ini. Pasalnya kemungkinan besar pergerakan tanah bisa menimpa belasan rumah warga karena jaraknya kurang dari 100 meter. Sejauh ini pihak Dinas Bina Marga telah melakukan peninjauan ke lokasi pergerakan tanah.

    “Kami berupaya untuk melakukan penanganan sementara dengan menutup retakan tanah tersebut karena untuk penangangan secara permanennya membutuhkan waktu yang lama,” kata dia. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Bus Wisata Rem Blong Seruduk 11 Kendaraan, 3 Tewas
    Ditinggal Pergi Pemilik, Kafe di Pantura Terbakar
    Petir Tebus Atap Rumah, 2 Penghuni Terluka Bakar
    Taiwan Tertarik Kembangkan Sistem Inti Plasma Padi
    Penyebaran HIV/AIDS di Sukabumi Semakin Meluas
    Berita Terdahulu

    Editorial