web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Cianjur Kekurangan 1.000 Alat Kontrasepsi KB
    net

    Cianjur Kekurangan 1.000 Alat Kontrasepsi KB

    • Selasa, 18 Oktober 2016 | 20:16:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Cianjur - Program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Cianjur terancam tidak adapat terlaksana secara maksimal. Ini dikarenakan alat Kontrasepsi Implan dan IUD di Cianjur kondisinya saat ini sulit untuk ditemukan.

    Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Cianjur Esih Sukaesih Karo mengakui jika ada kelangkaan alat kontrasepsi di Cianjur. “Sebelumnya ada kelangkaan tapi untuk jenis Implan rencananya akan didrop BKKBN Provinsi Jawa Barat,” terangnya.

    Dia menuturkan saat ini kebutuhan implan ditaksir mencapai 1.000 buah. Jumlah tersebut berdasarkan kebutuhan dihitung dari akseptor baru dan pindahan. Sementara untuk yang saat ini masih langka adalah jenis IUD dimana pengadaan jenis alat kontrasepsi ini dilakukan oleh pemerintah pusat. "Untuk IUD saat ini masih koosong padahal kami butuh 1.000 buah,” sebutnya.

    Pihaknya berharap ada peralihan akseptor ke IUD dan implan. Hal itu sebagai upaya pencapaian target KB di Kabupaten Cianjur pada tahun 2016. Untuk mengejar target tersebut, pihaknya juga telah mempersiapkan kendaraan operasional yang siap jemput bola bagi akseptor.

    “Kendaraan operasional itu nantinya siap untuk melayani para akseptor KB yang ada di seluruh wilayah karena kendaraan ini akan mobile untuk jemput bola,” pungkasnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Berita Lainnya
    Wacana Pembentukan Sumedang Barat Menguat
    Mayat Misterius Ditemukan di Perkebunan Teh
    Rem Blong, Truk Seruduk Motor Ibu dan Anak Tewas
    Tersangkut Jaring Saat Melaut Nelayan Tewas
    Pedagang Tolak Tempati Pasar Modern Limbangan
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.