web stats service from statcounter

Hot News

  • Febri Bertekad Tembus Skuat Inti Timnas
    Febri Bertekad Tembus Skuat Inti Timnas
    • 20 Februari 2017 | 00:07:00 WIB

    FEBRI Febri Hariyadi tengah berbahagia. Memasuki usianya yang ke-21 tahun, Febri mendapatkan panggilan dari PSSI untuk mengikuti seleksi pemain Timnas U-22.

Inspirasi

    Lima Warga Cianjur Diselundupkan jadi TKI Ilegal
    net

    Lima Warga Cianjur Diselundupkan jadi TKI Ilegal

    • Selasa, 18 Oktober 2016 | 20:15:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Cianjur - Lima warga Kabupaten Cianjur diduga hendak dikirimkan menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal ke Arab Saudi. Informasi itu berhasil diperoleh oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsonakertrans) Kabupaten Cianjur Senin (17/10/2016).

    Kasi Bina Lembaga Usaha Ketenagakerjaan Dinsosnakertrans Kabupaten Cianjur Ahmad Ubaidillah mengatakan pihaknya mendapatkan laporan bahwa ada lima warga Cianjur yang berada di penampungan di Jakarta dan akan diberangkatkan oleh PT Putra Timur Mandiri. Mereka diketahui akan diberangkatkan ke Arab Saudi sebagai pekerja informal.

    Hasil penelurusan kelima warga yang berjenis kelamin perempuan itu adalah MM (35), YN (30), EN (29), SS (34), dan SR (31). Kelimanya berasal dari wilayah selatan Cianjur, yaitu warga Kecamatan Campaka, Campaka Mulya, Pagelaran, dan Sindangbarang.

    “Kami mendapatkan laporan bahwa ada lima warga Cianjur yang akan diberangkatkan ke Arab Saudi secara ilegal untuk menjadi TKI,” ucapnya.

    Terkait hal ini pihaknya pun telah mengirim laporan ke Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Sebab keberangkatan kelima warga itu oleh PT Putra Timur Mandiri tidak melalui langkah prosedural.

    “Meski mereka menempuh cara non prosedural tapi kami memiliki kewajiban untuk memulangkannya ke Cianjur sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi,” tuturnya.

    Selain berkoordinasi dengan BNP2TKI pihaknya pun siap melakukan penjemputan lima warga yang kuat dugaan jadi korban perdagangan manusia. Namun upaya itu tidak bisa dengan mudah dilakukan karena lokasi penampungan perusahaan itu belum diketahui.

    “Kami serahkan ke pusat agar persoalan ini segera ditindaklanjuti. Sedangkan untuk penjemputan kami siap 24 jam untuk melakukannya,” kata dia. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Petani Berkurang, Ribuan Hektare Sawah Terlantar
    Sekolah Gratis 12 Tahun di Banjar Terancam Diputus
    10% Pengusaha Pertambang di Cirebon Tak Berizin
    ASN di Indramayu Dilarang Pakai Gas Elpiji 3 Kg
    Seorang Warga Tewas Saat Peresmian Air Mancur
    Berita Terdahulu