web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Mahasiswa Bakar Ban dan Blokir Jalan Tasikmalaya
    net

    Mahasiswa Bakar Ban dan Blokir Jalan Tasikmalaya

    • Senin, 17 Oktober 2016 | 19:26:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Tasikmalaya - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMII Tasikmalaya melakukan aksi bakar ban di depan Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Senin (17/10/2016). Tidak hanya itu mereka pun melakukan aksi pemblokiran Jalan Martadinata sehingga berdampak kepada kemacetan kendaraan di kawasan tersebut.

    Aksi itu dilakukan mahasiswa untuk memprotes kapitalilasi yang telah mengalih fungsikan area pertanian menjadi kawasan industri dan kawasan komersil di Tasikmalaya. Namun hingga membubarkan diri tak ada satupun perwakilan DPRD yang mau menemuinya.

    Koordinator aksi Hafidulloh mengatakan aksi ini sebagai bentuk protes terhadap pejabat maupun wakil rakyat di Kota Tasikmalaya. Sebab mereka hanya bisa mengahambur-hamburkan uang rakyat tapi tidak mampu dalam mengelola dan menata perwajahan daerah.

    “Saat ini alih fungsi lahan produktif sangat banyak dilakukan para kapitalis dan pemerintah sehingga membuat kawasan Tasikmalaya menjadi semrawut,” tegasnya.

    Dia mencontohkan banyak bukit dan areal pertanian beralih jadi perumahan, bahkan berubah menjadi kawasan komersil. Hal itu seperti terlihat di kawasan Jalan BKR, Jalan Siliwangi dan Jalan HZ Mustofa yang selalu dilanda banjir ketika hujan turun.

    “Itu menjadi contoh dari tata kelola kawasan yang tidak becus. Lantas apakah pemerintah akan diam dan menunggu hingga bencana yang lebih besar datang baru melakukan perubahan,” tanyanya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pemprov Cabut Izin Eksplorasi Kapur di Karawang
    Motor Habis Bensin Dua Penjambret Berhasil Dibekuk
    Racun Pembasmi Hama Terhirup, Petani Tewas
    Gas 3 Kg Bersegel Tapi Isinya Kosong Diprotes
    Libur Akhir Tahun PT KAI Siapkan 3 Kereta Tambahan
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google