web stats service from statcounter

Hot News

  • Febri Bertekad Tembus Skuat Inti Timnas
    Febri Bertekad Tembus Skuat Inti Timnas
    • 20 Februari 2017 | 00:07:00 WIB

    FEBRI Febri Hariyadi tengah berbahagia. Memasuki usianya yang ke-21 tahun, Febri mendapatkan panggilan dari PSSI untuk mengikuti seleksi pemain Timnas U-22.

Inspirasi

    Saat Hujan, Jalan di Kuningan Berubah Jadi Sungai
    net

    Saat Hujan, Jalan di Kuningan Berubah Jadi Sungai

    • Senin, 17 Oktober 2016 | 19:14:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Kuningan - Kondisi sebagian besar drainase di Kabupaten Kuningan saat ini sudah tidak mampu menampung lagi air ketika hujan turun. Akibatnya setiap hujan lebat volume air meningkat sehingga meluber dan kerap menggenangi beberapa jalan utama di wilayah Kuningan.

    Hal itu berdampak kepada terhambatnya arus lalu lintas dan kondisi tersebut juga sangat mengganggu kenyamanan serta mengancam keselamatan pengguna jalan. Pasalnya tidak jarang kawasan jalan berubah menjadi seperti sungai.

    Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Kuningan Dadang Darmawan mengakui jika kondisi drainase di sebagian wilayah Kuningan sudah tidak mampu menampung air. Setiap turun hujan lebat dan beberapa saat setelahnya, hampir semua ruas jalan berubah mirip aliran sungai.

    "Kondisi drainasenya memang sudah tidak mampu menampung air tak heran jika saat hujan banyak jalan yang berubah menjadi sungai,” tuturnya.

    Menurutnya saat hujan volume air yang masuk ke drainase membludak dan sebagian besar tidak bisa langsung masuk tersalurkan melalui saluran itu. Selain itu area-area resapan air di daerah hulu serta di sekitar lingkungan permukiman-permukiman penduduk kawasan perkotaan juga sudah semakin berkurang.

    ‘Hal itu disebabkan karena semakin banyaknya pembangunan rumah, jalan lingkungan, gang dan bangunan-bangunan lainnya di wilayah Kuningan,” kata dia.

    Pihaknya sudah berupaya melakukan berbagai tindakan untuk meminimalisi hal tersebut. Seperti menambah lubang-lubang pintu masuk air ke dalam saluran drainase dan membolongi serta memperbesar lubang-lubang saluran masuk air dari badan jalan ke dalam saluran drainase bawah trotoar yang tersumbat. “Tapi memang upaya itu belum maksimal dan sesuai dengan yang diinginkan,” imbuhnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Petani Berkurang, Ribuan Hektare Sawah Terlantar
    Sekolah Gratis 12 Tahun di Banjar Terancam Diputus
    10% Pengusaha Pertambang di Cirebon Tak Berizin
    ASN di Indramayu Dilarang Pakai Gas Elpiji 3 Kg
    Seorang Warga Tewas Saat Peresmian Air Mancur
    Berita Terdahulu