web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Makam Penuh Ganja di Turpan

    Makam Penuh Ganja di Turpan

    • Senin, 17 Oktober 2016 | 15:35:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews – Arkeolog China menemukan sebuah makam kuno di Jiayi, Turpan. Kawasan ini dihuni ras campuran Eropa dan Asia (Eurasia). Mereka bermata biru sipit, kulit putih, dengan bentuk wajah mirip orang China.

    Yang aneh, di dalam makam itu terdapat tumpukan daun dan batang ganja yang dijadikan bantal. Sesosok tengkorak manusia berjenis kelamin laki-laki tergeletak di dalamnya. Makam ini diteliti oleh tim arkeolog yang dipimpin Hongen Jiang. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan di jurnal Economic Botany beberapa waktu lalu.

    Para ahli berkesimpulan, kerangka di makam yang diperkirakan berusia 2.400-2.800 tahun tersebut adalah milik seorang pria dewasa berusia sekitar 35 tahun. Terdapat 13 tanaman ganja yang disusun secara diagonal yang menutupi kerangka itu.

    Di bawah kepala, tumpukan ganja disusun seperti bantal. “Penemuan ini menambah bukti arkeologi konsumsi ganja sangat populer di daerah padang rumput Eurasia di masa lalu,” kata Hongen.

    Makam yang diteliti Hongen dan timnya itu adalah satu dari 240 makam di Jiayi, Turpan. Makam-makam itu diyakini milik penduduk Kerajaan Guishi dengan budaya Subeixi. Budaya ini berkembang sekitar 3.000-2.000 tahun lalu. “Pohon ganja digunakan sebagai kain kafan atau penutup jenazah dalam penguburan manusia,” ujar Hongen.

    Ini membuktikan, pada masa lampau ganja bukan sekadar tanaman. Tanaman yang mengandung zat halusinogen itu, digunakan dalam upacara adat dan ritual. Bahkan penduduk Jiayi menggunakannya sebagai obat. (*)

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Ini Dia Hotel Es Pertama di Dunia
    Pesta Ultah, 1 Juta Undangan
    Fosil Manusia Purba di Antikythera
    Superman India Angkat Motor dengan Kepala
    Ribuan Prasasti Ungkap Kehidupan Yordania Kuno
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google