web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Guru Madrasah Cabuli 7 Santrinya Dicokok Polisi
    net

    Guru Madrasah Cabuli 7 Santrinya Dicokok Polisi

    • Sabtu, 15 Oktober 2016 | 19:34:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Majalengka - Polres Majalengka mengamankan seorang oknum guru madrasaha aliyah Jamaludin (51) warga Blok Sabtu RT 03/02, Desa Rajawangi, Kabupaten Majalengka. Dia ditangkap karena diduga telah melakukan pencabulan terhadap tujuh anak lelaki.

    Tidak hanya itu petugas pun ikut mengamankan barang bukti berupa satu buah baju koko, satu buah peci, satu sarung warna biru corak abu, satu buah celana kolor, serta satu buah celana dalam.

    Kapolres Majalengka AKBP Mada Roostanto disertai Kasat Reskrim AKP Bimantoro Kurniawan mengungkapkan kejadian pencabulan yang dilakukan Jamaludin terhadap sejumlah anak-anak yang juga masih santri oleh tersangka ini mulai terungkap pada Sabtu (1/10/2016) lalu.

    Hal tersebut setelah salah seorang korban yang masih berusia 12 tahun sekitar pukul 20.00 WIB usai mengaji diajak tersangka untuk pergi ke pinggir sungai Ciwaringin. Korban yang sudah menduga akan dicabuli segera memberitahukan kepada dua temannya Fikri dan Faujan untuk menguntit dari belakang sambil membawa lampu senter.

    Begitu pelaku dan korban pergi ke pinggir sungai kedua temannya langsung menguntit dari belakang tanpa sepengetahuan pelaku. Begitu tersangka akan mencabuli korban, Fikri dan Faujan langsung menyorotkan lampu senter kearah tersangka dan korban, hingga akhirnya pencabulanpun gagal dilakukan. Hal tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak keluarga dan juga aparat kepolisian sehingga tersangka bisa langsung ditangkap.

    “Selain korban itu ada keenam korban lainnya yang dicabuli ditempat berbeda, ada yang di rumah kosong, ada yang dipinggir mushola ada pula yang dipinggir gedung madrasah.” Ungkapnya.

    Hasil pemeriksaan sementara tersangka yang juga guru ngaji ini sudah berulang kali melakukan pencabulan, setidaknya ada tujuh orang murid Sekolah Dasar yang biasa mengaji di tempatnya yang sudah dicabuli. Para korban lalu diancam pelaku akan dihukum bila melaporkan apa yang dilakukannya terhadap orang tua atau siapapun. Kemudian setelah dicabuli para korban diberikan uang sebesar Rp 10.000.

    “Terangka akan dikenai Pasal 82 UU RI No 35 tahun 2014, tentang perubahan Perubahan Atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo pasal 64 atau 1 KUHPidana,” sebutnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Air Waduk Jatigede Rembes, Rumah Warga Rusak
    Empat Pengedar Sabu Diringkus Saat Transaksi
    Buruh Subang Demo Tuntut Upah Sektoral
    Ibu Rumah Tangga Nekat Duel dengan Jambret
    Kaca Mobil Dipecahkan Uang Rp 15 Juta Raib
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google