web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    E-KTP Tak Dicetak Warga Datangi Kantor Desa
    net

    E-KTP Tak Dicetak Warga Datangi Kantor Desa

    • Sabtu, 15 Oktober 2016 | 17:01:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Subang - Warga di Desa Kedawung, Kecamatan Pabuaran, Subang mendatangi kantor desa untuk memprotes pelayanan pengurusan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Mereka menilai pelayanan yang diberikan tidak maksimal sehingga banyak e-KTP yang belum selesai dicetak.

    “Proses perekaman dan pencetakan e-KTP saya sudah lama tapi belum juga jadi,” kata salah seorang warga.

    Kepala Desa Kedawung Rosman mengaku bingung dengan kedatangan warganya yang mempertanyakan soal e-KTP. Setelah ditelusuri ternyata kedatangan warga itu dipicu oleh selebaran kertas dari Dinas Kependukan dan Catatan Sipil yang ditempel di papan pengumuman desa. Dimana disebutkan jika pembuatan e-KTP untuk sementara tidak bisa dilayani sejak aOktober.

    “Kami hanya membuat surat pengantar saja karena kalau untuk merekam data untuk kependukan bukan kewenangan kami,” ucapnya.

    Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Subang H Dadang Kurnianuddin melalui Kabidnya Muhamad Fauzi menjelaskan pemasangan pengumuman tidak hanya di wilayah kecamatan Pabuaran tetapi di seluruh Subang. Sebab ketersediaan e-KTP sudah habis dan ini terjadi di seluruh Indonesia.

    “Kondisi ini terjadi di seluruh Indonesia dan sebagai gantinya diberikan surat keterangan yang berlaku enam bulan dan bisa dipergunakan apa saja sesuai kegunaan  e-KTP, “ kata dia. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Berita Lainnya
    Kerangka Pendaki di Ciremai Berhasil Dievakuasi
    Ribuan Sopir Angkot di Tasik Ancam Mogok Massal
    425 KK Korban Retakan Tanah Diberi Lahan Pengganti
    Sembilan WNA Dideportasi oleh Imigrasi
    Banyak yang Pensiun, Kota Tasikmalaya Kurang Guru
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.