web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    15 Warga Tasik Tertipu Padepokan Dimas Kanjeng
    net

    15 Warga Tasik Tertipu Padepokan Dimas Kanjeng

    • Jumat, 14 Oktober 2016 | 21:09:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Tasikmalaya - Pemkab Tasikmalaya mendeteksi ada sekitar 15 warga yang diduga menjadi pengikut atau korban Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Hal itu diketahui setelah pihak Kantor Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya melakukan iventarisir di masyarakat.

    Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya Iwan Kurniawan mengatakan dari hasil penelusuran petugas di lapangan terdeteksi ada sekitar 15 warga. Namun sejauh ini belum bisa dipastikan apakah mereka berada di padepokan di Probolinggo atau sudah pulang.

    "Data awal yang kami peroleh diduga ada sekitar 15 orang yang menjadi pengikut padepokan itu. Tapi mengenai identitas serta keberadaan mereka masih dalam penelusuran," tuturnya Kamis (13/10/2016). 

    Jika hasil penelusuran memang terbukti maka pihaknya akan memberikan perlindungan sekaligus pembinaan kepada warga tersebut. Misalnya diarahkan untuk mengadu ke pihak berwajib.

    Data sementara yang dihimpun Kesbangpol dari 15 warga yang terdeteksi beberapa diantaranya berada di kelas menengah ke atas. Mereka menyetor uang dengan jumlah cukup besar dengan harapan bisa digandakan. Sedangkan yang menjadi pengikut dalam hal ini pengikut ajaran, belum terdeteksi.

    "Ada beberapa yang menyetor uang dengan harapan uangnya menjadi berlipat setelah digandakan di padepokan itu,” tandasnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Berita Lainnya
    Wacana Pembentukan Sumedang Barat Menguat
    Mayat Misterius Ditemukan di Perkebunan Teh
    Rem Blong, Truk Seruduk Motor Ibu dan Anak Tewas
    Tersangkut Jaring Saat Melaut Nelayan Tewas
    Pedagang Tolak Tempati Pasar Modern Limbangan
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.