web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Diterjang Pergerakan Tanah Warga Enggan Mengungsi
    net

    Diterjang Pergerakan Tanah Warga Enggan Mengungsi

    • Kamis, 13 Oktober 2016 | 15:42:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Sumedang – Bencana pergerakan tanah kembali terjadi di beberapa titik di Kampung Lampegan, Dusun Babakan Kondang, Desa Banyuresmi, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Rabu (12/10/2016). Pergerakan tanah tersebut menyebabkan retakan tanah dengan panjang 3,5 meter dengan panjang retakan mencapai 10 meter hingga 20 meter di berbagai titik.

    Kaur Perencanaan Desa Banyuresmi Witana (35) menyebutkan sebelumnya di kampung tersebut juga pernah terjadi pergerakan tanah pada tahun 2015 dan awal tahun 2016. Dampak dari pergerakan tanah tersebut mengakibatkan beberapa rumah warga rusak karena dinding temboknya mengalami retak-retak.

    Tidak hanya itu beberapa fasilitas umum seperti musala yang sering digunakan warga juga ikut ambruk. Warga juga sudah mengevakuasi diri dengan meninggalkan kampung tersebut walaupun masih ada 2 KK yang tetap bertahan di sana.

    "Dulu juga pernah mengalami pergerakan tanah dan kerusakannya lebih parah,” ucapnya.

    Namun kejadian kali ini adalah kejadian yang baru pergerakan tanahnya atau baru sekitar seminggu yang lalu. Dari sekitar 11 kepala keluarga yang terdampak sebagian besar sudah pindah ke tempat yang aman seperti ke kerabat atau saudara mereka. Namun saat ini masih ada warga yang tetap bertahan.

    “Sebagian besar sudah mengungsi tapi masih ada 2 KK yang belum pindah,” kata dia. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Berita Lainnya
    Wacana Pembentukan Sumedang Barat Menguat
    Mayat Misterius Ditemukan di Perkebunan Teh
    Rem Blong, Truk Seruduk Motor Ibu dan Anak Tewas
    Tersangkut Jaring Saat Melaut Nelayan Tewas
    Pedagang Tolak Tempati Pasar Modern Limbangan
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.