web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Pipa Terputus, 7.000 Pelanggan PDAM Puasa Air
    net

    Pipa Terputus, 7.000 Pelanggan PDAM Puasa Air

    JuaraNews, Banjar - Sebanyak 7.000 pelanggan PDAM Tirta Anom Kota Banjar tidak mendapatkan pasokan air bersih selama beberapa hari terakhir. Bahkan kondisi itu terancam akan terjadi dalam waktu cukup lama mengingat dampak dari amblesnya Jembatan Ketapang, Minggu (9/10/2016) juga memutus jaringan pipa distribusi PDAM Tirta Anom Kota Banjar.

    “Ada sekitar 7.000 pelangan yang terdampak kejadian ini karena pasokan air bersih jadi tidak berjalan,” kata Direktur PDAM Tirta Anom Kota Banjar Cece Wahyu Gumelar, Rabu (12/10/2016).

    Cece mengatakan gangguan pelayanan ini menimpa 50 persen lebih pelanggan yang ada di wilayah banjar Kota, banjar Timur, serta Kecamatan Pataruman. Untuk mengantisipasinya pihaknya mengirim air bersih kepada pelanggan dengan mobil tangki air bersih. Hanya saja karena keterbatasan armada, tidak semuanya dapat dilayani maksimal.

    “Kami hanya memiliki satu tanki air bersih dengan kapasitas 4.000 liter. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, setidaknya dibutuhkan tambahan tiga tangki air bersih,” ucapnya.

    Sementara itu warga mengaku sangat kesulitan dengan kondisi ini. Apalagi hal ini pun diprediksi akan lama terjadi mengingat hingga Rabu (12/10/2016) belum terlihat adanya perbaikan pipa PDAM Titrta Anom yang rusak tersebut.

    "Ya kami terpaksa beli air bersih untuk kebutuhan minum, memasak, dan mandi sejak beberapa terakhir ini,” kata salah seorang warga. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Zakat Warga Jabar mencapai Rp236 Miliar
    Aher Imbau Warga Jabar Budayakan Sedekah
    Selama Ramadan dan Lebaran, Jabar Kondusif
    Idul Fitri 2017 Jatuh pada Minggu (25/6/2017)
    Meresahkan, Puluhan Juru Parkir Liar Diamankan
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.