web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Upah Guru Honorer Masih Kalah dari Buruh Pabrik
    net

    Upah Guru Honorer Masih Kalah dari Buruh Pabrik

    • Selasa, 11 Oktober 2016 | 16:51:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Sukabumi - Upah guru honorer khususnya di Kota Sukabumi masih jauh dari kata layak karena hanya diberikan upah Rp600 ribu/bulan/orang. Nilai itu masih jauh dibawah UMK Sukabumi yang mencapai Rp1,9 juta.

    "Di Kota Sukabumi ada 2.000 guru honorer namun ironisnya upah mereka masih jauh dari kata layak dan sangat jauh jika dibandingkan dengan buruh pabrik,” tutur Ketua PGRI Kota Sukabumi Dudung Nurullah Koswar, Selasa (11/10/2016).

    Alhasil dengan penghasilan yang minim maka banyak guru honorer nyambi pekerjaan lain. Bahkan ada beberapa yang menjadi penarik ojek, tukang parkir hingga penjaga sekolah. Terkait hal ini pihaknya meminta kepada pemerintah khususnya Pemkot Sukabumi untuk lebih memperhatikan nasib guru honorer ini.

    “Jam kerja guru honorer ini jika dibandingkan dengan yang sudah berstatus PNS justru lebih lama tapi sayangnya kesejahteraan mereka masih belum terperhatikan,” sambungnya.

    Tidak hanya itu hingga kini masih ada guru yang sudah mengajar selama 20 tahun tetapi statusnya honorer sehingga tidak jelas nasibnya dan hidup serba kekurangan. Tuntutan guru honorer sebenarnya tidak muluk-muluk seperi kejelasan status, peningkatan kesejahteraan, dan tidak adanya lagi kesenjangan dan jaminan sosial.

    “Kondisi itu membuat guru honorer harus nyambi pekerjaan lain usai mereka mengajar,” pungkasnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Zakat Warga Jabar mencapai Rp236 Miliar
    Aher Imbau Warga Jabar Budayakan Sedekah
    Selama Ramadan dan Lebaran, Jabar Kondusif
    Idul Fitri 2017 Jatuh pada Minggu (25/6/2017)
    Meresahkan, Puluhan Juru Parkir Liar Diamankan
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.