web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Retakan Tanah Membuat Warga Sekampung Resah
    net

    Retakan Tanah Membuat Warga Sekampung Resah

    • Selasa, 11 Oktober 2016 | 16:47:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Tasikmalaya - Bencana pergerakan tanah melanda Kampung Sukahurip RT 09/RW 03, Desa Jatijaya, Kecamatan Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya. Retakan tersebut mulai terjadi pada Selasa (11/10/2016) dini hari dan baru diketahui warga pada pagi harinya.

    Warga mengatakan retakan tanah ini diduga karena tingginya curah hujan di daerah tersebut. Meskipun tidak sampai menimbulkan korban jiwa namun warga merasa trauma karena dikhawatirkan bencana ini diikuti oleh bencana longsor yang lebih besar.

    “Retakan tanah ini ada di halaman rumah dan tidak sampai merusak rumah dan hanya membuat tembok penyangga rumah ambruk. Tapi saya khawatir retakan ini membesar dan terjadi longsor,” kata salah seorang warga, Selasa (11/10/2016).

    Kapolsek Gunung Tanjung Iptu Entis Sutisna mengatakan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Sementara tembok penahan tanah setinggi kurang lebih 5 meter ambrol kemudian material tanah menutupi saluran air. Pihaknya menghimbau warga untuk waspada agar tidak ada terjadi korban jiwa jika retakan tanah terus meluas.

    "Kami melakukan upaya antisipasi meluapnya air disaluran yang tertutup longsoran tersebut dengan berusaha membersihkannya. Kami juga meminta korban yang rumahnya terancam untuk mengungsi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Berita Lainnya
    Wacana Pembentukan Sumedang Barat Menguat
    Mayat Misterius Ditemukan di Perkebunan Teh
    Rem Blong, Truk Seruduk Motor Ibu dan Anak Tewas
    Tersangkut Jaring Saat Melaut Nelayan Tewas
    Pedagang Tolak Tempati Pasar Modern Limbangan
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.