web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    KPPU Tuding 12 Perusahaan Lakukan Kartel Unggas
    net

    KPPU Tuding 12 Perusahaan Lakukan Kartel Unggas

    • Senin, 10 Oktober 2016 | 21:00:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Karawang - Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) menduga adanya praktik kartel unggas di Karawang. Untuk itu proses putusan 12 perusahaan terduga kartel unggas akan dilakukan pada Kamis (13/10/2016).

    "Kami akan buktikan dalam persidangan bahwa telah terjadi praktik tindakan kartel unggas ini,” ungkap Ketua KPPU Syarkawi Rauf di Karawang, Senin (10/10/2016).

    Dia menjelaskan dalam persidangan tersebut pihaknya akan menunjukkan sejumlah bukti dugaan kartel ayam yang dilakukan 12 perusahaan. Adanya kasus ini pun membuat KPPU ingin mendorong diterbitkannya sejumlah kebijakan oleh pemerintah untuk membuat sejumlah perusahaan BUMN yang menangani perunggasan dari pengadaan unggas hingga pakan agar mengimbangi permainan swasta.

    "Harus ada BUMN yang mengelola dari hulunya hingga hilir untuk mengimbangi peran dari swasta," ujarnya seraya menyebutkan dirinya yakin 12 perusahaan itu terlibat persekongkolan melakukan praktik kartel.

    Menurutnya dengan melakukan afkir dini (pemusnahan ayam massal) sehingga mengurangi pasokan ke pasar yang membuat pasokan ayam jadi berkurang dan harga DOC jadi mahal. Akibat prektik tersebut maka dampaknya ke pembeli dimana harga daging ayam menjadi sangat tinggi.

    Beberapa perusahaan yang diduga melakukan kartel unggas yakni PT Charoen Pokphand Jaya Farm, PT Japfa Comfeed Indonesia, PT Satwa Borneo, PT Wonokoyo Jaya Corp, PT CJ-PIA (Cheil Jedang Superfreed), PT Malindo, PT Taat Indah bersinar, PT Cibadak Indah Sari Farm, CV. Missouri, PT Ekspravet Nasuba, PT Reza Perkasa, dan PT Hybro Indonesia. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    2 Petani Meninggal, Penggunaan Pestisida Diawasi
    Akses Jalan ke Gunung Padang di Cianjur Ditambah
    Hotel dan Apartemen Dibangun di Kertajati Aerocity
    BNPB Beri Rp 200 Juta Bagi Tanggap Darurat
    Kerap Dikriminalisasi, Perda Lindungi Guru Dibuat
    Berita Terdahulu

    Editorial