web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Bencana Longsor Tewaskan Dua Warga di Pangandaran
    net

    Bencana Longsor Tewaskan Dua Warga di Pangandaran

    • Senin, 10 Oktober 2016 | 20:59:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Pangandaran - Dua orang menjadi korban bencana tanah longsor akibat cuaca ekstrem di Kabupaten Pangandaran. Mereka adalah Ikbal (7) warga Dusun Ciparakan, Desa Ciparakan, Kecamatan Kalipucang dan Parjo (53) warga Dusun Ciranto, Desa Jadimulya, Kecamatan Langkaplancar.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena mengakui jika akibat bencana telah menelan dua korban jiwa di wilayahnya. Selain bencana longsor bencana banjir bandang juga melanda 8 kecamatan lainnya di Kabupaten Pangandaran. Akibatnya total sekitar 355 jiwa harus diungsikan ke tempat yang lebih aman. "Ada dua yang menjadi korban tanah longsor sedangkan bencana banjir yang terparah terjadi di Desa Sukahurip dengan ketinggian mencapai dua meter,” sebutnya, Senin (10/10/2016).

    Nana menjelaskan untuk di Pangandaran titik evakuasi difokuskan di Desa Babakan. Untuk kecamatan lainnya, rata-rata warga mengungsi ke rumah kerabat atau sanak saudara. Lebih jauh, bantuan bagi para korban banjir sudah disalurkan oleh BPBD Kabupaten Pangandaran.

    Sementara itu, air banjir kini terpantau mulai surut meskipun di sejumlah wilayah malah terpantau naik. Oleh karena itu pihaknya mengimbau warga agar tetap waspada dan siaga terutama terhadap kemungkinan terjadinya banjir bandang. Terlebih saat ini cuaca sudah memasuki musih hujan dan perlahan meninggalkan kemarau basah. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Polusi Serbuk Kayu Cemari Tiga Dusun, Warga Protes
    Jangan Takut, Gempa Tasik Tak Berpotensi Tsunami
    Atap Tiga Ruang Kelas SD di Subang Ambruk
    Praktik Pencurian Pupuk Bersubsidi Dibongkar
    OSL 2017, Polres Indramayu Tilang 3.088 Kendaraan
    Berita Terdahulu

    Editorial