web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Korban Penggandaan Uang Diminta Melapor
    net

    Korban Penggandaan Uang Diminta Melapor

    • Senin, 10 Oktober 2016 | 20:52:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Purwakarta - Warga Purwakarta yang mengaku pernah ikut di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), menolak dikatakan sebagai korban. Warga yang bernama Wawan (55) warga Kampung Pamoyanan, Desa Taringgul Tonggoh, Kecamatan Kiarapedes, itu mengakui jika dirinya sempat ikut pengajian di padepokan tersebut.

    Tidak hanya itu dirinya mengaku sudah menyerahkan uang dalam acara pengajian terebut namun menolak jika dikatakan tertipu dan sebagai korban.

    Kapolres Purwakarta AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko menyebutkan Wawan bersama Rukayah (60) warga Kampung Krajan Desa Sukadami Kecamatan Wanayasa adalah korban dari praktik penggandaan uang yang dilakukan oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi di padepokannya. Mereka pun diminta untuk melapor kan hal tersebut.

    Namun Wawan bersikukuh jika dirinya tidak tertipu. "Saya bukan korban dan juga tidak merasa ditipu karena saya tidak dijanjikan sesuatu jadi untuk apa saya melapor,” tuturnya.

    Namun di Purwakarta Wawan santer disebut-sebut sebagai orang yang mengkoordinir delapan warga lain untuk ikut pengajian di Probolinggo. Dikabarkan pula dia mendapat dana Rp 50 juta setiap bulan dari hasil penggandaan uang Dimas Kanjeng, walaupun hal tersebut dibantahnya.

    "Saya sama sekali tidak pernah menerima uang apapun dari pengajian itu. Justru saya pernah menyumbang Rp 1 juta itupun sumbangan seikhlasnya saya," jelas Wawan. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    2 Petani Meninggal, Penggunaan Pestisida Diawasi
    Akses Jalan ke Gunung Padang di Cianjur Ditambah
    Hotel dan Apartemen Dibangun di Kertajati Aerocity
    BNPB Beri Rp 200 Juta Bagi Tanggap Darurat
    Kerap Dikriminalisasi, Perda Lindungi Guru Dibuat
    Berita Terdahulu

    Editorial