web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Atur Mimpi Anda Sesuka Hati dengan iBand+

    Atur Mimpi Anda Sesuka Hati dengan iBand+

    • Senin, 10 Oktober 2016 | 10:58:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews – Anda mungkin pernah menonton film Inception (2010) yang dibintangi oleh Leonardo di Caprio. Dalam film itu, Dominic Cobb, sang tokoh utama dapat masuk ke alam pikiran seseorang saat bermimpi.

    Kini, teknologi yang dapat mengantarkan manusia mengatur mimpi sesuka hati telah diciptakan oleh inventor asal Belanda, Samir Raut. Dia membuat alat berbentuk ikat kepala bernama iBand+.

    Dengan alat yang pembuatannya dibiayai oleh dana bersama di Kickstarter sebesar 325.000 Euro itu, kita bisa mengatur mimpi saat tidur sesuka hati. Dengan iBand+, manusia dapat memenuhi semua fantasi dan pengalaman yang diinginkan.

    “Perangkat ini dioperasikan secara nir kabel Bluetooth EEG yang terhubung dengan smartphone yang mengusung aplikasi penyedia mimpi, Sleep Cycle. Cara kerja iBand+ adalah memindai gelombang otak dengan akurasi tingkat laboratorium,” kata Samir Raut seperti dikutip Daily Mail.

    Ikat kepala iBand+, tutur Samir, dilengkapi sensor yang dapat melacak kondisi kesehatan pengguna, mengukur tekanan darah, detak jantung, dan suhu tubuh. Dari informasi sepanjang siklus tidur itu, iBand+ memainkan dan menyesuaikan sinyal audio-visual untuk menciptakan mimpi yang diinginkan.

    “Kondisi ini terwujud melalui kombinasi efek cahaya di ikat kepala dan suara dari speaker di ikat kepala itu. Dengan demikian peralatan itu dapat memberikan rangsangan audio-visual,” tutur Samir.

    Dia mengemukakan, siklus tidur terdiri atas dua fase utama yakni gerakan mata cepat (rapid eye movement/REM) dan gerakan mata tidak cepat (non-rapid-eye-movement/NREM). Biasanya, mimpi terjadi pada fase REM dan pada fase NREM seseorang dapat dengan mudah terbangun.

    Saat seseorang mengalami fase tidur REM, otot-otot di lengan dan kaki akan lumpuh sementara. Kondisi tubuh tersebut merupakan cara badan menciptakan penghalang saraf agar mencegah kita tidak keluar dari mimpi.

    iBand+ didesain untuk memindai fase REM sambil memainkan rangsangan audio-visual. “Rangsangan eksternal dengan pola cahaya melalui lampu LED di ikat kepala dan suara dari speaker di bantal hadir sebagai anomali dalam mimpi Anda membuat Anda sadar bahwa Anda sedang bermimpi tanpa harus membuat Anda bangun,” ungkap dia.

    Ikat kepala itu hadir dengan tiga warna. Ikat kepala terhubung dengan aplikasi yang memungkinkan pengguna melacak mimpi mereka sepanjang masa tidurnya. Ikat kepala canggih itu akan dijual dengan harga berkisar USD312 di Amerika Serikat dan 245 poundsterling di Inggris.

    iBand+ dibuat dari bahan kain sangat lembut dan nyaman dipakai. Modul Bluetooth 4.0 hemat listrik akan membuat ikat kepala itu berkomunikasi langsung dengan smartphone Anda. Empat lampu LED ditempatkan di dekat mata untuk memberikan rangsangan cahaya.

    Teknologi yang digunakan iBand+ telah lama dimanfaatkan di bidang medis, tapi perkembangan terbaru teknologi nano dan komputasi membuat para pakar mampu menciptakan alat yang ringkat dan dapat digunakan sehari-hari.

    Sedangkan aplikasi Sleep Cycle menggunakan akselerometer telepon untuk mengidentifikasi fase-fase tidur dengan melacak pergerakan di tempat tidur dan saat pengguna terbangun ketika fase tidur. Tahun lalu, Sleep Cycle mengumpulkan data dari dua juta pengguna untuk studi tes kualitas tidur di 47 negara.

    Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nasional kualitas tidur di tiap negara. Slovakia berada di peringkat teratas. China menempati rangking kedua diikuti Hungaria dan Republik Czech. Inggris berada di peringkat 45 dan AS di rangking ke-49. Indonesia di urutan 37. (*)

     

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Dikekang, Jeniffer Habisi Ayah-Ibunya
    Tertiup Angin, Uang Rp58 Juta Bertebaran di Jalan
    Salju Turun di Gurun Pasir Arab Saudi
    Jenazah Ini Tak Hancur Akibat Mantra Hitam
    DroneGun, Senapan Penangkal Drone
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google