web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Tikus Telah Ada Sejak 235 Juta Tahun Lalu
    Ilustrasi Cynodont dan fosilnya.

    Tikus Telah Ada Sejak 235 Juta Tahun Lalu

    • Senin, 10 Oktober 2016 | 10:55:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews – Paleontolog dari Federal University, Rio Grande do Sul, Brasil, menemukan fosil hewan yang bentuk tubuhnya mirip tikus. Pakar menduga, hewan ini berkeliaran di era Brasil purba sekitar 235 juta tahun lampau atau akhir Periode Trias atau Triassic.

    Tikus purba itu memiliki gigi tajam dan memakan serangga. Selain itu, tubuhnya bersisik dan berjalan melata. Pakar mengklasifikasikan hewan bertubuh mirip tikus itu dalam spesies Cynodont. Hasil penelitian ini diterbitkan di jurnal PLOS ONE pada 5 Oktober 2016.

    "Fosil-fosil ini membantu kita mengerti lebih jelas tentang evolusi dari bentuk-bentuk pra-mamalia yang membuka jalan kepada terbentuknya kelompok mamalia, termasuk manusia (Homo Sapiens)," kata Agustín Martinelli, seorang ahli paleoantologi dari Federal University, Rio Grande do Sul, Brasil, kepada LiveScience.

    Menurut Agustin, Cynodont telah eksis di Bumi sebelum dinosaurus. Fosil hewan ini ada yang berusia lebih dari 260 juta tahun atau hidup di era Permian. Keturunan Cynodont mencakup marsupial (mamalia yang memiliki rahim) dan monotrem (mamalia bertelur), seperti platipus dan echidna. “Uniknya, Cynodont bukan mamalia. Mereka adalah reptil yang memiliki tengkorak dan rahang mirip mamalia,” ujar Agustin.

    Fosil Cynodont kini disimpan sebagai koleksi di Museum Ilmu Bumi, Rio de Janeiro, Brasil. Fosil itu ditemukan di Santa Cruz do Sul, negara bagian Rio Grande do Sul yang terletak di selatan Brasil oleh pakar paleoantologi Brasil, LI Price. Dia menemukan dua tengkorak dan dua rahang dalam bebatuan berusia 237 dan 235 juta tahun lalu.

    Fosil-fosil itu berasal dari hewan kecil berukuran panjang sekitar 30 cm dengan gigi-gigi taring atas mencuat sehingga diduga sebagai pemakan serangga. Anatomi mahluk ini termasuk Cynodont pemakan daging yang telah punah, Probainognathidae. Spesies ini mirip Probainognathus Jenseni yang fosilnya ditemukan di La Rioja, Argentina bagian barat.

    Meski begitu, Agustin berpendapat,fosil makhluk yang baru ditemukan itu memiliki perbedaan mencolok dengan Probainognathus Jenseni sehingga layak memiliki genus dan spesies sendiri, yaitu Bonacynodon Schultzi.

    Nama itu diberikan untuk menghormati dua paleontolog Jose Bonaparte dari Argentina dan Cesar Schultz dari Brasil. Keduanya membaktikan hidup mereka untuk meneliti fosil-fosil Triassic di Amerika Selatan. (*)

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Catatan Harian Pembangunan Piramida
    Di Afrika, Lebah Bisa Temukan Motor Curian
    Jasad Lady Dai Berusia 2.100 Tahun Awet Alami
    Restoran Ramen bagi si Penyendiri
    Kubah Kaca Jadi Rumah Masa Depan
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google