web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    2018, NASA Uji Coba Mesin Roket Ion di ISS

    2018, NASA Uji Coba Mesin Roket Ion di ISS

    • Senin, 10 Oktober 2016 | 10:47:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews – Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) akan melakukan uji coba mesin roket ion radikal, Neumann Drive di Stasiun Antariksa Internasional (ISS) pada 2018. Jika uji coba ini berhasil, mesin roket ion diprediksi bisa digunakan untuk mengantarkan manusia ke Planet Mars.

    Mesin itu berteknologi mutakhir yang lebih efisien tapi memiliki daya dorong lebih cepat disbanding roket yanga da saat ini. Neumann Space telah menandatangani kontrak dengan Airbus Defence & Space untuk membawa teknologi pemecah rekor itu ke ISS.

    Mesin antariksa ion dikembangkan oleh Paddy Neumann, alumnus PhD di Universitas Sydney. Roket ion memiliki kemampuan daya dorong lebih dari 11.000 detik dorongan khusus. Artinya mesin roket ion lebih cepat dibanding roket High Power Electric Propulsion (HiPEP) sekitar 9.600 detik dorongan.

    Hasil studi untuk teknologi Neumann Drive ditulis bersama oleh profesor Marcela Bilek dan David McKenzie dari Universitas Sydney yang baru-baru ini diterbitkan untuk Applied Physics Letters. Menurut para peneliti, tes mendatang akan menempatkan manusia lebih dekat dalam mewujudkan rencana perjalanan pergi ke Mars dan kembali pulang ke Bumi tanpa harus mengisi ulang bahan bakar.

    Pendorong ion bekerja dengan melemparkan partikel-partikel ke belakang sehingga pesawat antariksa dapat bergerak maju. Pendorong ion Neumann membombardir sumber bahan bakar dengan busur-busur listrik sehingga ion dilepaskan. Ion-ion itu kemudian bergerak melalui mulut pipa magnetik sehingga menghasilkan daya dorong ke depan.

    Sistem HiPEP bekerja dengan gas xenon, pendorong ion Neumann dapat berjalan dengan menggunakan berbagai macam logam yang sebagian besar dapat ditemukan di sampah antariksa. Teknologi ini dapat secara drastis mengurangi biaya dan energi yang diperlukan untuk mendukung sistem tersebut.

    “Pemodelan kami menunjukkan bahwa harga kami akan kompetitif dengan penggerak ion lainnya yang saat ini ada di pasaran karena sistem kami dapat dibangun dari komponen-komponen yang saat ini diperdagangan dan tidak memerlukan logam mahal atau tangki bahan bakar yang dibuat secara rumit,” papar Dr Neumann, dikutip Daily Mail.

    “Kami juga yakin sistem kami dapat menyelesaikan banyak masalah dalam mesin pendorong antariksa sehingga memungkinkan kendaraan antariksa berukuran kecil dapat melakukan lebih banyak perjalanan dengan lebih hemat,” ujar Dr Neumann.

    Menurut Neumann Space, jenis teknologi ini tidak akan digunakan untuk meluncurkan roket. Efisiensi bahan bakar ini dapat digunakan untuk mengoptimalkan misi-misi jangka panjang, termasuk mempertahankan satelit di orbit dalam waktu lebih lama atau mengirimkan penyelidik antariksa ke tempat-tempat jauh seperti asteroid.

    Teknologi ini juga dapat digunakan untuk mengirim perlengkapan dan suplai ke antariksa sebelum misi manusia dijalankan. “Dengan berbagai kemampuan yang sejauh ini terlihat dalam tes laboratorium, teknologi ini memungkinkan pengiriman misi ke Mars, melakukan eksperimen di orbit Mars dan kemudian membawa kembali pesawat antariksa ke orbit Bumi tanpa harus melakukan pengisian bahan bakar ulang,” pungkas Profesor Fisika Material David McKenzie. (*)

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Catatan Harian Pembangunan Piramida
    Di Afrika, Lebah Bisa Temukan Motor Curian
    Jasad Lady Dai Berusia 2.100 Tahun Awet Alami
    Restoran Ramen bagi si Penyendiri
    Kubah Kaca Jadi Rumah Masa Depan
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google