web stats service from statcounter

Hot News

  • Vlado Ajak Rekan-rekannya Bangkit
    Vlado Ajak Rekan-rekannya Bangkit
    • 24 April 2017 | 06:13:00 WIB

    VLADIMIR Vujovic mengaku hasil imbang pada laga tandang perdana Liga 1 2017 menghadapi PS TNI, Sabtu (22/4/2017) lalu, sangat mengecewakan.

Inspirasi

    Leluhur Manusia Diduga dari Kalimantan

    Leluhur Manusia Diduga dari Kalimantan

    • Senin, 10 Oktober 2016 | 10:38:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews – Pada 1958, tim arkelog menemukan fosil tengkorak manusia modern berusia 33.000 tahun di sebuah gua yang disebut sebagai Hell Trench (Parit Neraka) sebelah barat Gua Niah, Kalimantan. Fosil tengkorak manusia modern itu semula diduga remaja berjenis kelamin laki-laki.

    Pada 1958, antropolog Inggris terkemuka Don Brothwell menyimpulkan bahwa Deep Skull merupakan leluhur manusia atau memiliki hubungan dekat dengan manusia Australia asli, seperti Tasmanians.

    Namun berdasarkan studi ilmiah terbaru yang hasilnya diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Ecology and Evolution, pandangan Don Brothwell itu disangkal. “Analisis kami menjungkirbalikkan pandangan tentang sejarah awal daerah ini (Kalimantan),” kata Darren Curnoe, seorang peneliti dari Universitas New South Wales, Australia.

    Para ilmuwan yang terlibat dalam penelitian terbaru itu, yakin, berdasarkan temuan fosil yang diberi nama Deep Skull tersebut, adalah manusia asli Kalimantan. Artinya, manusia modern telah menyebar di seluruh benua, baik di Asia, Eropa, maupun Australia. Di Eropa, manusia modern disebut Homo Neanderthalensis di Eropa.

    Temuan itu juga menguatkan bahwa Pulau Kalimantan telah didiami manusia modern secara konsisten sejak puluhan ribu tahun lalu. Mereka bukan manusia dari Australia asli atau Tasmanians dan Papua Nugini. “Deep Skull bukan remaja pria, tapi tengkorak tersebut milik seorang wanita tua,” ujar Darren.

    Namun keberadaan manusia asli perlahan tapi pasti mulai tergeser atau berasmilasi dengan para pendatang dari China Selatan yang bermigrasi ke Asia Tenggara.Yang pasti selama ini, Deep Skull telah menjadi potongan kunci yang membuktikan hipotesis migrasi. “Pemikiran Brothwell telah berpengaruh tapi sebagian besar belum teruji. Jadi kami ingin melihat kebenaran setelah enam dekade hipotesis tersebut,” tandas dia. (*)

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pelontar Granat dari Abad 15
    Terowongan Wawona dari Pohon Raksasa
    Abernathy Bersaudara, Dua Bocah Petualang
    Pesawat Komersil Supermewah di Dunia
    Mantel Pelayan Titanic Dilelang Rp1,4 Miliar
    Berita Terdahulu

    Editorial