web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Mengamuk Warga Bergolok Terpaksa Ditembak
    net

    Mengamuk Warga Bergolok Terpaksa Ditembak

    JuaraNews, Cianjur – Petugas Polsek Tanggeung terpaksa menembak Ano (28) karena mengamuk sambil membawa golok, Jumat (7/10/2016). Pelaku sebelumnya telah membacok Siti (22) warga Kampung Genteng, Desa Simpang, Kecamatan Pasir Kuda, Kabupaten Cianjur.

    Perbuatan pelaku itu sontak membuat warga Kampung Genteng takut dan khawatir karena pelaku bisa saja mengamuk dan membacok warga lainnya. Warga lalu menghubungi Polisi karena takut ada korban lagi.

    Petugas Polsek Tanggeung yang datang lalu membujuk Ano untuk menghentikan aksinya. Namun Usaha ini tidak membuahkan hasil hingga petugas terpaksa menembah pelaku untuk melumpuhkannya.

    "Petugas sempat melakukan negosiasi dengan pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa. Tapi tidak didengar bahkan membahayakan dan sempat menantang petugas,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus, Sabtu (8/10/2016)

    Pria yang akrab disapa Aci ini menjelaskan petugas yang tiba di lokasi sempat melakukan dialog dengan ketua RT setempat dan diketahui jika pelaku memang mengalami gangguan jiwa.

    Karena upaya itu tidak membuahkan hasil, petugas melepaskan tembakan peringatan dua kali ke udara. Tapi lagi-lagi tembakan peringatan itu tidak dihiraukan Ano hingga petugas terpaksa menembak tangan kanan hingga tembus ke punggungnya.

    “Pelaku akhirnya terpaksa dilumpuhkan dan setelah itu lalu dibawa ke RS Pagelaran untuk mendapatkan perawatan,” tuturnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Berita Lainnya
    Kerangka Pendaki di Ciremai Berhasil Dievakuasi
    Ribuan Sopir Angkot di Tasik Ancam Mogok Massal
    425 KK Korban Retakan Tanah Diberi Lahan Pengganti
    Sembilan WNA Dideportasi oleh Imigrasi
    Banyak yang Pensiun, Kota Tasikmalaya Kurang Guru
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.