web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Sungguh Tega, Jasad Bayi Dibuang Dalam Kardus
    net

    Sungguh Tega, Jasad Bayi Dibuang Dalam Kardus

    JuaraNews, Subang - Mayat bayi perempuan yang disimpan dalam dus bekas air mineral ditemukan oleh warga Dawuan, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jumat (7/10/16). Diduga mayat bayi itu sengaja dibuang karena merupakan hasil dari hubungan di luar nikah.

    Informasi yang diperoleh pertama kali mayat bayi tersebut ditemukan oleh Herman (18) warga Cimenyan Kabupaten Bandung bersama rekannya yang kebetulan hendak menuju tempat wisata Grasia. Selepas gerbang dirinya kaget melihat dus yang ditutupi koran dipinggir jalan.

    Karena penasarannya dirinya lalu melihat ke dalam kardus itu yang ternyata berisi bayi perempuan lengkap dengan tali pusarnya menempel bayi. Saksi pun menjauh dan meminta rekannya, Solehudin Nur melapor ke anggota polisi dari SPN Cisarua, Lembang yang kebetulan sedang melaksanakan giat Latganda Siswa Diktuba 2016 di lapangan Dawuan, serta ke Polsek Jalancagak.

    Kapolres Subang AKBP Yudhi S Wahid melalui Kapolsek Jalancagak Kompol Yanto mengungkapkan mayat bayi tersebut dan diduga baru dilahirkan sekitar 4 jam sebelum ditemukan. "Setelah petugas kami datang ke lokasi langsung diamankan dan dibawa ke Puskesmas Jalancagak untuk dilakukan visum," tuturnya.

    Menurutnya hasil pemeriksaan medis di Puskemas Jalancagak ditemukan luka lebam di dada sebelah kanan, kedua kaki lutut luka lebam dan diduga lahir 4 jam sebelum ditemukan. "Penyelidikan sedang dilakukan untuk mencari tahu dan menangkap siapa orangtuanya yang tega membuang bayi malang tersebut," tegasnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Jalan Cianjur yang Terkena Longsor, Sudah Normal
    Timbun Limbah B3 Perusahaan Disegel Petugas KLHK
    Pemkab Karawang Diminta Cabut Izin Tambang Karst
    Pemkot Tasik Minta Tol Cigatas Jadi Prioritas
    Perkosa Nenek 80 Tahun, Pemuda Dituntut 8 Tahun
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google