web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Erik “Daredevil” Taklukkan Tebing El Capitan

    Erik “Daredevil” Taklukkan Tebing El Capitan

    JuaraNews – Daredevil, superhero buta yang memiliki kemampuan di atas rata-rata manusia biasa. Meski tak melihat, Daredevil bisa melakukan aktivitas apa saja, bahkan kemampuannya melampaui manusia normal.

    Sepertinya kemampuan itu juga dimiliki Erik Weihenmayer. Pria berusia 48 tahun ini memang dikenal serba bisa. Seperti, menulis buku, menjadi motivator, produser acara televisi, memanjat tebing, dan mendaki gunung. Suami dari Ellie Reeve dan ayah dari Ed Weihenmayer ini merupakan produser acara Blindsight, America’s Heart & Soul, dan High Ground. Erik tercatat sebagai tunanetra pertama yang menaklukkan puncak gunung Mount Everest atau Himalaya.

    Kemampuan hebat pria kelahiran Princeton, New Jersey, Amerika Serikat 23 September 1968 ini terasah berkat kemauan Erik untuk keluar dari keterbatasan sejak kehilangan penglihatan akibat retinoschisis. Meski tak dapat melihat, dia tak mau berdiam diri. Karena itu, indra keenam Erik bangkit dan berfungsi dengan baik. Dia melihat bukan dengan mata melainkan indra yang lain.

    Pada Senin, 26 September 2016 lalu, Erik Weihenmayer kembali mencatat sejarah sebagai tunanetra pertama yang berhasil memanjat tebing curam legendaris El Capitan di Taman Nasional Yosemite, California. Dia berjuang menaklukan tebing curam itu selama satu hari satu malam ataui 24 jam.

    Meski Erik telah terlatih memanjat tebing, dia tetap didampingi tim penyelamat dan pemanjat/pendaki gunung berpengalaman. Seperti Hans Florine (pemegang rekor 177 kali memanjat El Capitan). Tim memilih East Buttress sebagai rute pendakian Erik. Rute ini jalur terpendek El Capitan yang terdiri atas 11 puncak dengan tinggi 1.500 kaki. "Saya ingin terus mendaki selama saya bisa," kata Erik.

    Pendakian dilakukan dengan sangat hati-hati sebab Erik tak dapat melihat. Hans Florine akan mendaki lebih dulu. Setelah berada di puncak pertama, Hans mengulurkan tali pengaman kepada Erik agar dia bisa memanjat. Selanjutnya anggota tim memasang alat pengaman dan mengarahkan Erik untuk memulai pemanjatan.

    Begitu seterusnya hingga pemanjatan berhasil dilakukan sampai puncak tertinggi El Capitan. “Sungguh menegangkan melihat Erik memanjat. Dia terus memanjat dengan satu lengan terkunci, sementara tangan lainnya menyapu tebing," kata Hans Florine. (*)

     

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Catatan Harian Pembangunan Piramida
    Di Afrika, Lebah Bisa Temukan Motor Curian
    Jasad Lady Dai Berusia 2.100 Tahun Awet Alami
    Restoran Ramen bagi si Penyendiri
    Kubah Kaca Jadi Rumah Masa Depan
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google