web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Makhluk Ini Bisa Berkamuflase Mirip Ular

    Makhluk Ini Bisa Berkamuflase Mirip Ular

    JuaraNews – Setiap makhluk hidup memiliki mekanisme pertahanan (selfdefence mechanism). Ada yang mengandalkan taringnya, kecepatan bergerak, bau atau aroma tak sedap, tubuh yang diselimuti duri, dan ada pula yang memiliki kemampuan menyamar atau berkamuflase.

    Seperti ulat Elephant Hawk-moth. Serangga ini bisa berubah bentuk mirip ular berbisa. Saat merasa terancam, ulat berukuran kurang dari 10 milimeter itu akan memanjangkan tubuh dengan kepala dibentuk serupa dengan seekor ular.

    Kamuflase Elephant Hawk-moth kadang berhasil mengelabui predator. Corak kulit Hawk-moth memang mendukung. Saat berubah mirip ular, corak itu benar-benar mencirikan seekor ular lengkap dengan motif sisik dan mata. Namun aksi kamuflase Hawk-moth seringkali gagal. Pasalnya, ukurannya yang kecil tak membuat predator takut meski Hawk-moth telah berubah bentuk mirip ular.

    Elephant Hawk-moth hidup di dahan-dahan pohon. Mereka mengonsumsi daun selama menjadi ulat. Serangga ini memiliki nama latin Deilephila Elpenor. Seperti serangga lain, Hawk-moth akan mengalami proses perubah dari ulat menjadi serangga bersayap.

    Setelah bertapa selama beberapa lama dalam kepompong, Hawk-moth berubah menjadi serangga bersayap dengan panjang bentangan 70 milimeter. Hewan ini banyak terlihat selama Mei sampai Juli. Mereka  mengonsumsi serbuk sari bunga tumbuh-tumbuhan. (*)

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Dunia Berlomba Buat Kapal Kargo Otonom
    Lahan Parkir di Hong Kong Laku Rp8,8 Miliar
    Indahnya Patung Pasir Karya Toshihiko Hosaka
    Beruang Madu Masuk Rumah dan Main Piano
    Bergeun, Desa Yang Tak Boleh Dipotret
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.