web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Cabuli Anak di Bawah Umur, Santri Gadungan Dihajar
    net

    Cabuli Anak di Bawah Umur, Santri Gadungan Dihajar

    JuaraNews, Cianjur - RB (25) warga Jakarta,  terpaksa harus ditahan di Mapolsek Cugenang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Kamis (6/10/2016).

    Dia diduga telah melakukan pencabulan kepada anak di bawah umur di di Kampung Legok, Desa Sukamanah, Kabupaten Cianjur.

    Tidak hanya itu warga yang marah pun menumpahkan kekesalannya dengan menghajar hingga kondisinya babak belur. Beruntung sebelum warga bersikap lebih brutal dia terlebih dahulu diselamatkan setelah petugas kepolisian datang dan mengevakuasi pelaku ke Mapolsek Cugenang.

    Aksi pencabulan itu terungkap setelah seorang korban SSM (5) mengadukan perbuatan pelaku. Korban mengadukan pada tetangganya jika saat itu korban mengaku baru saja dipaksa oleh pelaku untuk membuka baju di rumahnya.

    "Cucu saya dalam kondisi setengah telanjang, hanya mengenakan celana dalam. Ia bilang habis ditelanjangi oleh pelaku dan alat kelaminya dicium-cium," tutur nenek korban Yuyun Solehah (59).

    Mendengar cerita korban, warga segera melapor kepada orang tua korban yang saat kejadian tengah berada di sawah. Mendengar kabar kalau cucu saya mendapatkan perlakuan tidak senonoh, orang tuanya marah besar dan mencari pelaku di pesantren karena selama ini pelaku sering terlihat ikut kegiatan di pesantren.

    Tokoh agama setempat Deddy Rukiyat mengatakan, sudah sekitar dua minggu pelaku berada di lingkungan pesantren di Kampung Legok. Warga tahunya kalau pelaku ikut nyantri dan ikut kegiatan karena pelaku pun sering terlihat mondar-mandir ke warung sekedar berbelanja.

    "Memang dikira ikut kegiatan santri. Padahal tidak, itu hanya modusnya saj karena pesantren ini tidak pernah mengakui kalau pelaku adalah santri," tuturnya.

    Kapolsek Cugenang Kompol Iwan Mustawan mengatakan, pihaknya kini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini karena dikhawatirkan masih banyak korban yang lainnya.

    "Pelaku telah kami amankan untuk proses penyelidikan,” ucapnya sambil menyebutkan pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 tahun 2002. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Bus Wisata Rem Blong Seruduk 11 Kendaraan, 3 Tewas
    Ditinggal Pergi Pemilik, Kafe di Pantura Terbakar
    Petir Tebus Atap Rumah, 2 Penghuni Terluka Bakar
    Taiwan Tertarik Kembangkan Sistem Inti Plasma Padi
    Penyebaran HIV/AIDS di Sukabumi Semakin Meluas
    Berita Terdahulu

    Editorial