web stats service from statcounter

Hot News

  • Vlado Ajak Rekan-rekannya Bangkit
    Vlado Ajak Rekan-rekannya Bangkit
    • 24 April 2017 | 06:13:00 WIB

    VLADIMIR Vujovic mengaku hasil imbang pada laga tandang perdana Liga 1 2017 menghadapi PS TNI, Sabtu (22/4/2017) lalu, sangat mengecewakan.

Inspirasi

    Disdukcapil Antisipasi Adanya Blanko E-KTP Palsu
    net

    Disdukcapil Antisipasi Adanya Blanko E-KTP Palsu

    JuaraNews, Karawang – Hingga kini sekitar 20 ribu warga Kabupaten Karawang belum melakukan perekaman e-KTP. Padahal Pemkab Karawang telah menyosialisasikan agar masyarakat memiliki e-KTP segera mungkin sesuai dengan intruksi dari Kemendagri.

    "Kami sudah memerintahkan kecamatan untuk melakukan pendataan yang belum melakukan perekaman, dari data yang terhimpun tersebut, perkiraan dari 2,9 juta warga Karawang sekitar 20 ribu warga belum melakukan perekaman," ungkap Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Karawang Yudi Yudiawan, Kamis (6/10/2016).

    Yudi menyebutkan upaya pendataan tersebut dilakukan untuk mendorong warga untuk segera memiliki e-KTP. Pihaknya pun sudah membuka pelayanan perekaman di hari Sabtu dan Minggu.

    Akan tetapi upaya percepatan perekaman itu terbentur oleh kendala teknis yakni habisnya blanko e-KTP di Kemendagri. Akibatnya saat ini masyarakat belum dapat memiliki e-KTP hingga bulan November, sesuai dengan Surat Edaran Nomor 471.13/10231/Dukcapil Perihal Format Surat Keterangan Pengganti e-KTP oleh Kementerian Dalam Negeri.

    Pengeluaran penerbitan tersebut sempat membuat masyarakat Karawang kecewa. Namun setelah pihaknya menjelaskan situasi keadaan blanko habis, warga dapat menerima. Pihaknya juga akan mengirimkan surat edaran dari Bupati, berkaitan adanya Surat Keterangan Pengganti e-KTP kepada beberapa instansi seperti BPMPD, KPU, Perbankan, Kantor Imigrasi, Kepolisian, Asuransi,BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, serta Departemen Agama.

    "Sementara bagi warga yang baru mendapatkan surat pengganti e-KTP, wajib kembali menukarnya kembali dengan blanko asli dengan batas waktu selama enam bulan. Hal itu untuk menghindari adanya e-KTP palsu yang saat ini mulai muncul di beberapa daerah lainnya," ucapnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Bus Wisata Rem Blong Seruduk 11 Kendaraan, 3 Tewas
    Ditinggal Pergi Pemilik, Kafe di Pantura Terbakar
    Petir Tebus Atap Rumah, 2 Penghuni Terluka Bakar
    Taiwan Tertarik Kembangkan Sistem Inti Plasma Padi
    Penyebaran HIV/AIDS di Sukabumi Semakin Meluas
    Berita Terdahulu

    Editorial