web stats service from statcounter

Hot News

  • Rumah Kontrakan Teroris Bom Panci Digeledah
    Rumah Kontrakan Teroris Bom Panci Digeledah
    • 27 Februari 2017 | 22:48:00 WIB

    RUMAH kontrakan terduga teroris Yayat Cahdiyat di Kampung Ciharashas RT 04/07, Desa Sirnagalih, Cilaku, Kabupaten Cianjur, digerebek petugas.

Inspirasi

    Disdukcapil Antisipasi Adanya Blanko E-KTP Palsu
    net

    Disdukcapil Antisipasi Adanya Blanko E-KTP Palsu

    JuaraNews, Karawang – Hingga kini sekitar 20 ribu warga Kabupaten Karawang belum melakukan perekaman e-KTP. Padahal Pemkab Karawang telah menyosialisasikan agar masyarakat memiliki e-KTP segera mungkin sesuai dengan intruksi dari Kemendagri.

    "Kami sudah memerintahkan kecamatan untuk melakukan pendataan yang belum melakukan perekaman, dari data yang terhimpun tersebut, perkiraan dari 2,9 juta warga Karawang sekitar 20 ribu warga belum melakukan perekaman," ungkap Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Karawang Yudi Yudiawan, Kamis (6/10/2016).

    Yudi menyebutkan upaya pendataan tersebut dilakukan untuk mendorong warga untuk segera memiliki e-KTP. Pihaknya pun sudah membuka pelayanan perekaman di hari Sabtu dan Minggu.

    Akan tetapi upaya percepatan perekaman itu terbentur oleh kendala teknis yakni habisnya blanko e-KTP di Kemendagri. Akibatnya saat ini masyarakat belum dapat memiliki e-KTP hingga bulan November, sesuai dengan Surat Edaran Nomor 471.13/10231/Dukcapil Perihal Format Surat Keterangan Pengganti e-KTP oleh Kementerian Dalam Negeri.

    Pengeluaran penerbitan tersebut sempat membuat masyarakat Karawang kecewa. Namun setelah pihaknya menjelaskan situasi keadaan blanko habis, warga dapat menerima. Pihaknya juga akan mengirimkan surat edaran dari Bupati, berkaitan adanya Surat Keterangan Pengganti e-KTP kepada beberapa instansi seperti BPMPD, KPU, Perbankan, Kantor Imigrasi, Kepolisian, Asuransi,BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, serta Departemen Agama.

    "Sementara bagi warga yang baru mendapatkan surat pengganti e-KTP, wajib kembali menukarnya kembali dengan blanko asli dengan batas waktu selama enam bulan. Hal itu untuk menghindari adanya e-KTP palsu yang saat ini mulai muncul di beberapa daerah lainnya," ucapnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Rumah Kontrakan Teroris Bom Panci Digeledah
    Pembongkaran Kios Diwarnai Pengusiran Eks Bupati
    Dua Kelompok Massa Beda Tuntutan Demo di Tasik
    Kawasan Garut Kembali Diterjang Banjir Bandang
    Kabur Dari Rumah, Deden Malah Hanyut di Sungai
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Mimilih Pemimpin yang Amanah
      Mimilih Pemimpin yang Amanah

      RABU (15/2/2017), bangsa Indonesia menggelar Pilkada Serentak 2017. Kita patut bersyukur Pilkada kali ini berlangsung aman dan lancar tanpa ada gangguan berarti.