web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Tak Punya Alat, Deteksi Bencana Dilakukan Manual
    net

    Tak Punya Alat, Deteksi Bencana Dilakukan Manual

    JuaraNews, Karawang – Meskipun Kabupaten Karawang merupakan daerah rawan bencana namun Pemkab Karawang belum memiliki alat deteksi dini bencana. Alhasil deteksi dini bencana itu masih dilakukan secara manual.

    “Karena belum punya alat deteksi dini bencana yang modern maka deteksi dini bencana itu masih dilakukan secara manual,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang Asip Suhendar.

    Guna mendeteksi terjadinya bencana seperti banjir dan longsor, pihaknya hanya memantau dan melakukan penghitungan TMA (tinggi muka air) milik PJT2 (perusahaan jasa tirta II) di tiga titik. Yaitu di TMA Bendung Walahar, Kedunggede, dan Sypon Cibeet.

    Berdasarkan data TMA itu, pihaknya akan menghitung secara manual kecepatan debit air yang akan mengalir masuk ke dalam kawasan rawan banjir. Dari penghitungan tersebut, baru dilakukan upaya antisipasi banjir di wilayah-wilayah yang rawan terdampak.

    "Seperti contohnya akan dating banjir ke wilayah Batujaya dalam satu jam, maka kami akan segera memberi peringatakan kepada warga sebelum banjir itu dating,” tuturnya.

    Pemantuan banjir pada daerah aliran sungai (DAS) juga dilakukan secara manual, yakni memeriksa kondisi tanggul dengan cara menyusuri tanggul tersebut. Jika ditemukan adanya tanggul yang rawan jebol maka langsung dilakuakn tindakan antisipasi.

    Sedangkan untuk bencana longsor, Asip mengaku jika pihaknya sama sekali belum memiliki alat deteksi bencana. "Kalau untuk bencana longsor belum ada alat deteksi sama sekali karena baru akan dianggarkan di APBD,” tandasnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Perindo Dukung Pasangan Dua DM
    Dirasa Masih Aman, Bulog Cianjur Belum Gelar OP
    Tujuh Pejabat Eselon II Pemkab Ciamis Dimutasi
    Pergerakan Tanah Ancam Empat Desa di Kuningan
    Jangan Anggap Wajar Permintaan Mahar Parpol
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Harapan Baru di Tahun Baru
      Harapan Baru di Tahun Baru

      HARI Senin bertepatan dengan tanggal 1 Januari 2018, hampir seluruh umat manusia di dunia ini merayakan malam pergantian tahun atau dikenal dengan malam Tahun Baru.

      Advertisement On Google